PELAIHARI, banuapost.co.id – Berusia 25 tahun dengan nama lengkap Manohara Qubra sudah dikenal sebagai pencinta lingkungan sejak masih duduk di bangku SMA, bahkan ia pernah menjadi Panitia Pelaksana Gerakan Rawat Bumi yang berlangsung tahun 2019 di Pantai Tabanio, Kecamatan Takisung.
Kecintaannya terhadap lingkungan itu masih berlanjut saat ini, dengan kehadirannya pada kegiatan penanaman mangrove dalam rangka peringatan World Mangrove Day yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (26/7) di Pantai Dermaga Senja, Takisung.
Sebagai salah satu duta lingkungan yang pernah menjadi Wakil Tanah Laut di ajang Pemilihan Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021, ia berkomitmen untuk terus terlibat dalam pelestarian lingkungan.
Saat ini, Manohara aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga terus mendorong berbagai aksi pelestarian alam dan pengelolaan sampah berkelanjutan, khususnya di kalangan generasi muda.
Untuk itu dalam peringatan World Mangrove Day, Manohara menegaskan peringatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat pesisir dalam pelestarian kawasan pesisir.
“Ini bukan hanya sebuah seremoni yang berulang setiap tahun, World Mangrove Day menjadi pengingat bagi kita semua, mangrove merupakan salah satu ekosistem kawasan pesisir tempat beberapa jenis satwa air berkembang biak,” ujar wanita yang biasa disapa Mano itu.
Ia berharap generasi muda di Kalimantan Selatan terus terlibat dalam pelestarian lingkungan, untuk menciptakan ingkungan yang asri, bersih, dan berkelanjutan. (zkl/foto: ist)