PELAIHARI, banuapost.co.id – Kemarau panjang akhirnya memaksa PT Air Minum Berkah Banua (PT AMBB) menyetop sementara operasional Sistem Pengolahan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Bajuin, dan saat ini mengoptimalkan SPAM IKK Pelaihari.
Penghentian sementara suplai air bersih dari SPAM IKK Bajuin berkaitan dengan semakin menipisnya air baku di hulu sungai Daerah Aliran Sungai (DAS) Tabanio yang selama ini menjadi sumber air baku SPAM IKK Bajuin.
Direktur PT AMBB Eko Sugiharto menyampaikan penghentian sementara operasional SPAM IKK Bajuin saat menghadiri Rapat Kordinasi dan Evaluasi Satgas Karhutla di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Tala, Selasa (22/09/2026).
Menurut Eko penghentian tersebut karena di kawasan tangkapan air baku SPAM IKK Bajuin tinggal lumpur saja, sehingga tidak mungkin untuk dapat diolah menjadi air bersih.
SPAM IKK Bajuin mampu mendistribusikan air bersih 40 liter per detik dengan wilayah sebagian Kecamatan Bajuin dan Kecamatan Pelaihari.
“Sebelumnya kami mencoba bertahan dengan menurunkan menjadi 12 sampai 13 liter per detik, namun akibat kemarau masih berlangsung air baku semakin menipis hingga pompa tidak dapat difungsikan lagi,” kata Direktur PT AMBB.
Saat ini PT AMBB mengoptimalkan SPAM IKK Pelaihari yang berada di Desa Ambungan, SPAM IKK Pelaihari memanfaatkan air yang ada di bendungan PTPN V Pelaihari.
“Kami saat ini memaksimalkan distribusi air bersih melalui SPAM IKK Pelaihari. Hanya saja saat ini kami terpaksa menjadwalkan distribusi air ke pelanggan,” kata Eko.
PT AMBB juga memberikan pelayanan distribusi air bersih dengan mobil tangki, kepada pelanggan yang saat ini tidak dapat dilayani dengan pipa, karena lokasi rumah berada didataran tinggi.
“Kami juga memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan mobil tangki,” kata Eko lagi.
Distribusi air bersih melalui SPAM IKK Pelaihari diperkirakan masih bertahan sampai dua bulan kedepan, diakui juga saat ini air bendungan PTPN pun mengalami penurunan. zkl/foto: Ist