PELAIHARI, banuapost.co.id – Pemerintah Desa Alur, Kecamatan Jorong membagikan air bersih kepada warganya. Air bersih tersebut diantar dari rumah ke rumah, tanpa dipungut biaya. Bagi-bagi air bersih tersebut berlangsung sejak beberapa sumur warga mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
Pembagian air bersih tersebut selain melibatkan aparatur desa, juga diikuti langsung Kepala Desa Alur Muhammad Fauzi. Untuk memenuhi air bersih warga tersebut pihak Pemdes Alur mengerahkan tiga unit pick up dengan masing-masing tandon 1200 liter.
Bagi-bagi air bersih ke rumah warga ini dilakukan dua hari sekali, sejak sekitar tiga minggu yang lalu. Setiap pembagian air bersih tidak krang dari 20 kali mobil pengangkut air mondar-mandir dari tempat pengisian ke rumah warga.
“Kami membagikan air bersih ke rumah-rumah, setelah sebagian besar sumur warga tidak berair lagi,” kata Muhammad Fauzi, Rabu (21/10/2026).
Menurut Kades selama ini warga Desa Alur mengandalkan air bersih dari sumur di pekarangan masing-masing, ada juga yang dibantu dengan sumur bor milik warga.
Diakui saat ini tidak semua warga yang mendapatkan air bersih yang dibagikan Pemdes Alur, sebagian ada warga yang membeli dengan pedagang air keliling.
“Sebagian ada warga kami yang membeli air dari pedagang air keliling,” kata Fauzi.
Sementara itu keringnya sumur diakui H Komari salah seorang warga Desa Alur, bahkan diakuinya air sumur sudah mulai kering sejak bulan pertama kemarau.
Sejak sumur kering H Komari terpaksa membeli air ke pedagang air keliling dengan biaya Rp50 ribu per tandon isi 1.200 liter. Air 1.200 liter tersebut hanya cukup untuk satu hari, karena digunakan untuk keperluan sendiri dan anaknya.
“Saat ini saya sudah membeli 15 tandon air bersih, untuk keperluan sehari-hari,” kata Komari.
Dengan menghabiskan satu tandon isi 1.200 liter per hari/ berarti keluarga Komari menghabiskan sekitar Rp500 ribu per 10 hari atau 1.500.000 per bulan. zkl/foto: Ist