PELAIHARI, banuapost.co.id – Angin puting beliung yang menerjang rumah warga di Kecamatan Bumi Makmur dan Kecamatan Kurau, akan menjadi kenangan yang mencekam bagi Normi dan dua anaknya.
Rabu (29/4) sore atau sekitar pukul 16.30 Wita, Normi dan dua anaknya sedang berada dalam rumah berukuran 3 x 4 meter di kawasan RT 04 RW 02 Desa Birayang Bawah, Kecamatan Bumi Makmur.
Sore itu cuaca mendung dan mulai menurunkan hujan gerimis, yang kemudian disusul hembusan angin yang mulai kencang.
Normi merasakan dinding rumahnya yang terbuat dari kalsi board bergetar, bergegas ke luar rumah bersama dua anaknya, ia bergabung dengan kakaknya Rahimah yang berada di dekat rumahnya.
Hujan dan angin masih terdengar dari dalam rumah kakaknya, namun kurang dari 10 menit tiba-tiba atap rumah kakaknya terungkap diterjang angin, Normi dan kakaknya bergegas ke luar rumah.
Saat di luar rumah, normi melihat rumah pondoknya juga sudah runtuh rata dengan lantai rumah, sementara perabot rumah tangga basah semuanya.
“Saat angin mulai berhembus dan hujan mulai turun saya membawa anak saya keluar dan bergabung di rumah kakak,” kata Normi.
Menurut Normi, ia tidak tahu kalau rumah yang ditempati bersama dua anaknya itu sudah runtuh akibat diterjang angin puting beliung.
“Kami baru keluar rumah setelah atap rumah kakak saya terbang diterjang angin,” kata Normi yang terpaksa mengungsi ke rumah kakaknya yang lain.
Berdasarkan data dari camat Bumi Makmur untuk di Kecamatan Bumi Makmur rumah yang terdampak puting beliung berjumlah 21 unit, tiga di Desa Handil Birayang Bawah dan 18 di Desa Bumi Harapan.
Angin puting beliung juga menerbangkan kanopi tempat parkir di kantor Desa Bumi Harapan. Kanopi tempat arkir itu sempat terbang menutup sebuah ruko yang ada disampingnya.
Selain itu sebuah ruangan laboratorium di SMAN Bumi Makmur runtuh plafonnya, untung saat kejadian pelajar sudah pulang, ruang tersebut biasanya dignakan untuk olahraga tenis meja. (zkl/foto: zul)