BANJARBARU, banuapost.co.id–
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan pemerintah daerah untuk
tetap waspada terhadap konflik yang bisa saja terjadi pasca pencoblosan.
Wanti-wanti itu disampaikan Dirjen Politik dan
Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Sudarmo, dalam video conference dengan
unsur Fokopimda Kalsel dan stakeholders tekait di Ruang PM Noor Kantor Setdaprov
Kalsel, Kamis (18/4).
Menurut Sudarmo, kerawanan konflik bisa saja terjadi usai
pencoblosan. Di antaranya mencakup sengketa hasil pemilihan hingga kekerasan massa
pendukung.
Selain itu, kemendagri mengingatkan agar suara rakyat
yang berada dalam kotak suara, dijaga dengan benar hingga kembali ke KPU.
Dalam video conference itu, Sudarmo juga mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadikan pemilu berjalan dengan
aman damai dan lancar hingga saat ini.
Sementara Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris, melaporkan
kondisi pada saat pencoblosan maupun pasca pencoblosan pemilu berjalan damai dan lancar.
“Kami laporkan, pencoblosan berlangsung dengan lancar
aman dan damai. Alhamdulillah, sampai pagi tadi tidak terjadi kisruh,” tandasnya.
Menurut Sekda, pada hari ini kotak-kotak suara mulai
bergeser dari tempat panitia pemungutan suara (PPS) ke panitia pemilihan
kecamatan (PPK).
Dikatakan sekda, dirinya juga terus berkoordinasi dengan
pihak KPU, Bawaslu, TNI dan Polri serta yang lainnya untuk memastikan semua
tahapan Pemilu 2019 berjalan dengan baik dan kondusif. (syh/foto: hum)
