BANJARMASIN,banuapost.co.id– Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kertak Baru Ilir, Banjarmasin Tengah, Amelia Arida, dilarikan ke rumah sakit. Petugas penyelenggara Pemilu 2019 itu, tertimpa tenda di halaman Kantor Camat Banjarmasin Tengah.
Saat itu, Senin (22/4) sore, korban bersama sejumlah
rekannya penyelenggara pemilu, sedang melakukan rekapitulasi surat suara dari
seluruh TPS di Kecamatan Banjarmasin Tengah. Hujan deras disertai angin
kencang, membuat tenda di halaman kecamatan di Jl Pulau Laut itu ambruk.
Informasi dihimpun, tenda ambruk akibat banyaknya
genangan air yang menumpuk. Saat ambruk, mereka yang ada di dalamnya berusaha
menyelamatkan diri, termasuk korban. Namun saat berusaha menyelamatkan diri, korban
diduga terpeleset.
Setelah mendapat perawatan luka ringan yang dideritanya
di rumah sakit, korban kemudian
diperbolehkan pulang.
Selain Amelia Arida, KPU Kalsel mencatat ada 11 anggota
penyelenggara pemilu masuk perawatan, pasca pencoblosan surat suara 17 April lalu.
Mereka di antaranya petugas Kelompok Penyelenggara
Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan
Kecamatan (PPK).
Semuanya terpaksa masuk perawatan lantara sakit pada saat
bertugas. Jumlah itu didapat KPU berdasarkan data yang dikumpulkan hingga 21
April tadi.
“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kabar duka
petugas penyelenggara pemilu dari Kalsel. Tetapi yang sedang dalam masa
perawatan ada 11 orang,” ujar Komisioner KPU Kalsel, Edy Ariansyah.
Edy menyebut penyebabnya karena kelelahan, beban kerja
dan intensitas waktu proses pelaksanaan tahapan pesta demokrasi lima tahunan
tersebut.
Edy pun terus memotivasi jajaran penyelenggara pemilu untuk
tetap semangat, menjaga kesehatan karena proses rekapitulasi terus berlangsung.
Mulai di tingkat kecamatan yang selanjutnya ke tingkat kabupaten/kota, provinsi
dan tingkat nasional, hingga berakhir pertengahan Mei mendatang.
“Kita mengetuk pintu hati pemberi layanan kesehatan
melalui pemerintah daerah, agar membantu memberikan prioritas layanan bagi
jajaran penyelenggara pemilu, bila perlu digratiskan. Mereka adalah para
pahlawan demokrasi untuk Indonesia,” terangnya.
Penyelenggara pemilu yang dimaksud Edy, yakni baik KPPS,
PPS, PPK dan Pengawas TPS, Panwaslu Desa/Kelurahan, Panwaslu Kecamatan. Selain
itu juga para saksi peserta pemilu yang ikut menyaksikan setiap proses tahapan
yang berlangsung.
Adapun 11 penyelenggara Pemilu yang masih dalam perawatan,
untuk Kota Banjarmasin: 1. Siswanto (PPK Kec. Banjarmasin Utara). 2. Amelia
Areda (Ketua PPS Kertak Baru Ilir Kec. Banjarmasin Tengah)
Kabupaten Kotabaru: 1. Anshari Maulana (PPK Kec. Pulau
Laut Utara). Kabupaten Tanah Bumbu: 1. I Wayan Sarna (PPK Kec. Karang Bintang).
Kabupaten Banjar: 1. Pasrah Ridhoni (PPK Sungai Pinang), 2. Syamsul Supian
(KPPS TPS Nomor 01 Kel. Tambak Baru Ilir), 3. Nafsiah (PPS Mekar Kec Martapura
Timur).
Kabupaten Tanah Laut: 1. Ahmad Yani (KPPS TPS 06 Desa
Sungai Pinang Kec. Tambang Ulang). Kabupaten HST: 1. Raudatuk Jannah (PPS Desa
Limbar Kec. Batang Alai Selatan), 2. Lisda Safitri (PPS Desa Kalibaru Kec. Batu
Benawa). Kabupaten HSU: 1. Ahmad Mujahid (Ketua KPPS TPS 7 Desa Danau Panggang).
(emy/foto: ist)
