MARABAHAN, banuapost.co.id–
Bupati Barito Kuala (Batola), Hj Noormiliyani AS, menargetkan 2022 mendatang
tidak ada lagi desa yang berkategori tertinggal di kabupaten berjuluk Bumi ‘Ije
Jela’.
“Insya Allah, tiga tahun mendatang di sisa jabatan
saya (tahun 2022) tidak ada lagi desa tertinggal di Batola,” tegas bupati
perempuan pertama di Kalsel itu, kepada wartawan, Selasa (9/7).
Di 2019 ini, lanjut bupati, fokus pembangunan desa
tertinggal terdapat di tiga desa, yakni
Desa Banitan dan Balukung (Kecamatan Bakumpai), serta Desa Sei Telan Besar
(Kecamatan Tabunganen).
Setelah tiga desa tersebut, sambung wanita berhijab itu,
berarti tinggal 16 desa lagi yang harus ditangani pembangunannya.
“Berarti 16 (desa) dibagi tiga tahun sampai 2022
mendatang, maka setiap tahunnya ditangani sekitar 5 sampai 6 desa. Atau 6-5-5
desa per tahun,” rinci Noormiliyani.
Menurut bupati, kategori desa tertinggal, apabila nilanya
di bawah angka 5, yang berdasarkan beberapa dimensi.
“Sesuai data BPS, skor penilaian desa tertinggal di
Batola, ada yang berada di bawah angka 4, dan ada pula di atas 4. Serta
mendekati angka 5. Namun rata-rata di bawah 5. Sementara syarat lepas sebagai
desa tertinggal, nilainya harus di atas 5,” jelas bupati.
Mengenai penetapan desa mandiri, tertinggal, dan
berkembang. BPS menyebutkan ada beberapa indikator yang digunakan. Salah
satunya dimensi pelayanan dasar.
Beberapa demensi itu, diantaranya adalah ketersedian dan
akses ke SMU/sederajat, ketersedian dan kemudahan akses ke apotek, dan Ketersedian/kemudahan akses ke rumah
sakit.
Kemudian akses ke bahan bakar (pangkalan) lebih mudah,
tersedia tempat buang air besar (jamban)
keluarga. Juga akses pengirim ke pos atau barang, dan kemudahan transportasi
ke kantor kecamatan. (rd/foto: rudy)
