PALANGKA RAYA, banuapost.co.id–
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng, dibahas
dalam rapat evaluasi Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Polda dan Instasi
terkait lainnya di provinsi tersebut.
Dalam rapat evaluasi di Posko BPBD Kalteng, Selasa
(30/7), Polda Kalteng yang dihadiri Irwasda, Kombes Pol Benone Jesaja
Laouhenapessy, terungkap beberapa wilayah memiliki potensi cepat terbakar. Namun
untuk penaggulangannya, juga tidak sulit.
Dari update
pukul 13:00 WIB hari itu, terdapat 20 titik api di beberapa kabupaten, seperti
Kapuas, Palangka Raya, Pulang Pisau (Pulpis) dan Kotawaringin Timur (Kotim).
Menurut Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra
Rochmawan, yang juga berhadir di rapat evakluasi itu, instansi terkait akan
membangun 40 tiitk sumur bor di wilayah Kota Palangka Raya dengan menggunakan
anggaran dinas lingkungan hidup.
“Sementara water
boombing sebanyak 2 heli, akan digeser ke Kotim, sekaligus untuk back up Kabupaten Seruyan dan Katingan.
Paling lambat Rabu (31/7), sudah beroprasi terkait karhutla,” jelas Hendra.
Selain itu, sambung kabidhumas, para anggota di lapangan
akan diberikan kontak person penanggulangan karhutla yang dibekali informasi
via aplikasi.
”Gunanya untuk memudahkan pemindaian titik api yang
terjadi dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen,” tandas Kombes Hendra.
Sedang untuk tim pencegahan, lanjut Kombes Hendra, akan
terus melakukan sosialisasi larangan buka lahan dengan membakar, berikut sanksi
hukumnya.
“Untuk diketahui, polda dan polres telah menangkap
terduga pelaku pembakaran di 4 lokasi. Dua di antaranya di Palangka Raya, Kotim
dan Pulang Pisau,” jelasnya.
Bahkan setiap kasus pembakaran lahan, tambah Kombes Hendra, selalu di mediakan. Sementara lahannya,
di police line dan diberi spanduk,
lahan berada dalam pengawasan polisi. (yb/din/foto:
ist)
