BANJARBARU, banuapost.co.id–
Pasca ditemukan mengapung, Endro (40), salah satu awak KM Pieces, kapal nelayan
yang tenggelam di perairan Matasiri, Kotabaru, mendapat perawatan di Kantor SAR
Banjarmasin di Banjarbaru sejak Sabtu (3/8) dinihari.
Korban ditemukan setelah hampir lima hari lima malam mengapung
di lautan. Untuk bertahan hidup, korban meminum air seninya sendiri. Selain
itu, korban mengaku mendapat seekor ikan untuk di makan mentah.
Menurut Pelaksana Harian Kepala SAR Banjarmasin, Endrow, korban
masih mengalami trauma. Salah satunya takut melihat dan menyentuh air yang
diperkirakan karena terlalu lama di air.
“Selain itu, kaki korban juga masih keram. Mungkin
hal itu juga karena terlalu lama di air,” kata Endrow.
Dari penuturan korban, lanjut Endrow, setelah KM Pieces
mengalami kebakaran hebat dan tak bisa diselamatkan, seluruh awak kapal
termasuk nahkoda menceburkan diri ke laut.
“Awalnya, di
air mereka membentuk kelompok besar. Namun lama kelamaan, kelompok itu terpencar,”
ujar Endrow mengutip pengakuan korban selamat.
Korban selamat bisa bertahan mengapung di laut karena
bertumpu di kotak styrofoam atau plastik busa yang biasa dipakai untuk tempat
ikan tangkapan.
Ditemukannya satu korban selamat ini, menambah jumlah
awak KM Pieces yang berhasil diselamatkan. Sebelumnya, dua korban selamat
ditemukan KM Bintang Mas Delima, Kamis (1/8). Saat itu, kapal nelayan KM
Bintang Mas Delima juga menemukan dua korban lainnya, namun dalam keadaan telah
meninggal dunia. Sedang dua korban tewas lainnya, ditemukan tim SAR gabungan.
Total sudah empat korban tewas yang ditemukan dan tiga
korban selamat. Sedangkan 30 lainnya, masih belum diketahui nasibnya.
KM Pieces berangkat dari Pekalongan, Jawa Tengah dengan
personel sebanyak 37 orang. Terdiri dari 32 awak dan nahkoda, serta lima siswa
magang salah satu SMK di Brebes.
KM Pieces rencananya berlayar ke Selat Makassar untuk
mencari ikan. Namun saat di Perairan Matasiri, Kotabaru, kapal mengalami
musibah, terbakar dan tenggelam. (emy/foto:
ist)
