BANJARBARU, banuapost.co.id– Dari 37 awak KM Pieces, kapal nelayan asal Pekalongan yang terbakar dan tenggelam di Perairan Matasiri, Kotabaru, 30 orang di antaranya masih belum diketahui nasibnya.
Padahal hingga Sabtu (3/8) sore pukul 18:00 Wita, atau hari ke empat
proses pencarian, baru 7 orang yang ditemukan. Namun 4 di antaranya sudah
meninggal dunia.
Hasil evaluasi Tim SAR gabungan, berdasarkan SAR MAP
Prediction dan lokasi korban selamat yang ditemukan terakhir, korban hilang diduga terbawa arus menuju arah
timur, atau mendekati Pulau Kalimantan.
“Bila sesuai prediksi itu, maka semakin mendekatkan
jarak tempuh pencarian kita. Tapi ini juga berarti mereka beresiko tinggi,
karena sudah terlalu lama di air,” kata Direktur Kesiapsiagaan dan Latihan
Basarnar, Didi Hamzar, usai evaluasi pencarian bersama perwakilan potensi SAR
lainnya, di Kantor SAR Banjarmasin di Banjarbaru, Sabtu (3/8) malam.
Kemudian dari hasil pantauan pesawat intai TNI AU, lanjut
Didi, di lokasi prediksi pergerakan para korban ini banyak terlihat kapal
nelayan.
“Jadi potensi mereka ditemukan oleh kapal-kapal nelayan
sangat besar. Bisa jadi sudah ada yang ditemukan, tetapi belum dikomunikasikan
ke kita,” ujar Didi.
Sementara cuaca di lokasi pencarian, sambung Didi, juga sedang
kurang bersahabat. Karena tak jarang terjadi gelombang tinggi antara 5 sampai 6
meter.
Namun demikian, tim tetap optimis untuk menemukan para
korban dengan terus melakukan pencarian bersama potensi SAR lainnya.
“Jadi kepada keluarga, kami mohon bersabar dan
berdoa. Proses pencarian terus kami lakukan,” imbuh Didi.
Hingga hari ke empat proses pencarian, Tim SAR juga berhasil
mendata identitas para korban. Untuk dua korban selamat yang ditemukan lebih
dulu dan sudah dievakuasi menuju Pekalongan, yakni Bambang Subagio (ABK) dan
Muhammad Samlawi (siswa magang). Serta yang terbaru diselamatkan, Endro
(masinis).
Sedang empat korban tewas, baru satu yang diketahui
identitasnya, yakni Suhoto (ABK). (emy/foto:
ist)
