BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Keberhasilan seorang dandim, sangat ditentukan babinsanya. Ini karena, babinsa
merupakan unsur TNI yang keberadaannya paling terdepan di tengah-tengah
masyarakat.
“Karena itu saya tidak membutuhkan babinsa yang pinrar.
Tetapi yang peduli dan rajin hadir di tengah-tengah kegiatan yang sulit dan menenangkan
di tengah-tengah kelurahanya masing-masing,” tegas Dandim 1007/Banjarmasin, Kol
Inf Anggara Sitompul, Selasa (3/9).
Kol Inf Anggara yang belum seumur jagung menjadi orang
pertama di Makodim 1007/Banjarmasin, mengungkapkan hal itu ketika bertatap muka
dengan semua komponen masyarakat di Makoramil Banjarmasin Utara dan Makoramil
Banjarmasin Timur.
Sebelumnya, Senin (2/9), mantan Atase Pertahanan Papua
Nugini ini, bertatap muka dengan semua unsur di Makoramil Banjarmasin Selatan
dan Makoramil Banjarmasin Barat.
Menurut Kol Inf Anggara, kodim itu baik bukan karena dandim
nya, bukan karena danramilnya. Tapi semua ditentukan babinsanya.
“Kalau babinsanya bagus, maka dandimnya bagus juga,” tandasnya.
Begitu pentingnya keberadaan babinsa ini, Kol Inf Anggara
meminta babinsa mengerjai dandim dan danramilnya ketika ada masalah di lapangan
yang tidak bisa diselesaikan.
”Panggil agar ke lapangan, begitu seorang babinsa yang
benar. Kalau babinsanya takut dengan dandim
serta danramilnya, berarti di situlah kelemahan babinsa. Ini yang perlu kita
evaluasi,” ujarnya.
Khusus untuk Kodim1007/Banjarmasin, Kol Inf Anggara tak
menampik harus memacu diri untuk lebih eksis di wilayah hukumnya.
“Karena kalau tidak seperti itu, lama-kelamaan kita akan
tenggelam. Agar itu tidak terjadi, caranya maka harus hadir lagi di
tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya. (yb/asy/foto:
ist)
