PELAIHARI, banuapost.co.id–
Gelar boleh mentereng dengan status RSUD. Namun tidak memiliki dokter spesialis
penyakit Telinga, Hidung dan Tenggorokan.
Itulah kondisi RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, di Ibukota
Kabupateh Tanah Laut itu. Akibatnya bisa dibayangkan, ketika ada pasien untuk penyakit
tersebut, dialihkanlah ke klinik swasta yang memiliki dokter spesialisnya.
Seperti itulah yang dialami Jazuli. Saat berniat memeriksakan
kondisi kesehatannya yang sering flu ke RSUD Hadji Boejasin, ternyata dokternya
tidak ada lagi.
“Ya, akhirnya saya pindah ke Klinik Ammariz dan
berobat menggunakan jalur umum,”
ujar Jazuli saat mendaftar di Klinik Ammariz, Senin (16/9).
Nasib serupa juga dialami Hasan Basri ketika ditemui di
Puskesmas Angsau sedang mengurus surat rujukan untuk memeriksakan kesehatannya yang terkena
penyakit sakit tenggorokan
“Rencananya dirujuk ke Klinik Ammariz,” ucapnya
singkat.
Sementara Direktur RSUD Hadji Boejasin, dr.Isna Farida,
yang diminta konfirmasinya, tak menampik rumah sakit yang dipimpinnya tidak
memiliki dokter spesialis THT.
“Memang RSUD Hadji Boejasin sempat memiliki dokter
spesialis THT, namun hanya bersifat sementara. Saat ini mengalami kekosongan,” jelasnya.
Meski demikian, lanjut dr Isna, RSUD Hadji Boejasin selain
masih berupaya mencari dokter spesialis THT, juga masih kekurangan dokter spesialis penyakit paru.
“Untuk dokter spesilais paru, bulan depan sudah ada,”
imbuhnya.
Menurut dr Isna, secara keseluruhan dokter di RSUD Hadji
Boejasin yang dasarnya wajib, sudah dinyatakan lengkap. Terkecuali dokter
spesialis THT dan spesialis paru.
“Namun kalau memiliki dokter spesialis tersebut, jauh lebih
bagus lagi,” tandasnya. (zkl/foto: ist)
