BANJARBARU, banuapost.co.id–
Kantor PT. Sarikaya Sega Utama (SSU), mengekspor daun gelinggang ke Jepang. Tumbuhan
perdu besar yang memliki nama latin senna
atata itu, akselerasinya menuju Negeri Matahari Terbit difasilitasi Kementrian
Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian dan Balai Karantina Pertanian Kelas
I Banjarmasin
Acara ekselerasi ekspor daun yang dikenal memiliki khasiat
untuk penyakit kulit, seperti panu dan kurap, hingga disebut daun kupang atau
daun kurap dan di Cina disebut ketepeng,
berlangsung di kantor PT SSU, Jl A Yani Km 23, Kecamatan Landasan Ulin, Kota
Banjarbaru, Selasa (17.9).
Sedikitnya, 4.020 kilogram daun tumbuhan yang memiliki bentuk
lonjong (bulat telur) tersebut yang dikirim. Selain itu, juga diekspor produk
unggulan Kalsel lainnya, seperti kareat, crude palm oil, palm kernel expeller
dan plywood.
Menurut Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1
Banjarmasin, Achmad Gozali, di 2018 Kalsel telah melakukan ekspor sebanyak 44
kali dengan nilai Rp 574.581 miliar.
“Eskpor sebanyak 44 kali di 2018 itu, akan ditingkatkan
di 2019 ini,” katanya.
Khusus untuk daun gelinggang, lanjut A Gozali, di 2019 sejak
Januari hingga September, nilai ekspornya
sudah senilai Rp 8,5 miliar, dan karet Rp
177 miliar.
“Begitupun dengan ekspor crude palm oil, sudah senilai Rp
33 triliun. Salah satu kebangsaan bagi Kalsel,” pungkas A Gozali. (riz/foto: rizal)
