JEJANGKIT, banuapost.co.id–
Lahan rawa yang oleh sebagian orang diragukan akan keberhasilannya dalam
bercocok tanam, terjawab. Di lokasi di helatnya puncak Peringatan Hari Pangan
se-Dunia (HPS) 2019, Oktober lalu, Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Batola, dilaksanakan
panen raya.
Di lahan seluas dua hektare, berhasil dipanen Gubenur
Kalsel, H Sahbirin Noor, tak kurang 12 ton gabah kering siap giling. Panen raya
berlangsung, Rabu (18/9).
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kalsel, Syamsir Rahman, dengan hasil
dari panen raya ini, setidaknya mematahkan anggapan sebagian orang yang masih
meragukan tingkat keberhasilan tanam padi di lahan rawa desa tersebut.
“Secara alami memang betul lahan rawa sulit untuk digarap
menjadi lahan pertanian. Ini mengingat akan keasaman tanahnya,” jelas Syamsir.
Namun demikian, lanjut Syamsir, dengan Program Selamatkan
Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) yang didukung penuh Kementerian Pertanian, petani
yang menggarap lahan HPS ini didorong agar dapat melakukan tanam 2 kali dalam
satu tahun.
“Dengan begitu, hasil panen yang didapatkan bisa lebih
berlimpah dan tentunya akan meningkatkan kesejahteraan petani,” imbuh Syamsir.
Menurut Syamsir, lahan HPS yang sudah berhasil digarap
hingga sekarang ini mencapai 360 hektare dari 2 ribu hektare lebih yang
dimiliki pemerintah.
Sementara pemerintah pusat sendiri dalam upaya mewujudkan
ketersediaan pangan, khususnya beras, terus memberikan bantuan berupa bibit dan
alat pertanian selama 3 tahun sejak pelaksanaan HPS di Kalsel.
Selain padi, dalam kegiatan panen raya ini, Paman Birin,
sapaan akrab Gubernur Kalsel itu, juga panen ikan lele yang dibudidayakan di
lahan tersebut.
Keberhasilan panen tersebut tentunya memberi angin segar kepada warga
setempat, untuk menambah mata pencaharian di lahan rawa yang sangat luas di desa
itu. (yb/sas/foto: sasi)
