JAKARTA, banuapost.co.id–
Terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin siap diverifikasi Kementerian
Perhubungan (Kemenhub) RI. Proses verifikasi yang dilaksanakan 5 hingga 8
November ini, dilakukan Direktorat Keamanan Penerbangan Kemenhub.
“Verifikasi bertujuan untuk memastikan layak serta
memenuhi standar regulator dan siap untuk dioperasionalkan,” ujar Project
Manager Pembangunan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Dadang Dian Hendiana,
Rabu (6/11).
Hasil verifikasi dari Kemenhub, lanjut Dadang, nantinya
akan memberikan catatan-catatan yang perlu ditindaklanjuti dan dipenuhi Angkasa Pura I sebagai operator bandara.
Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin
merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamanatkan pemerintah
kepada Angkasa Pura I untuk mengatasi permasalahan lack of capacity yang terjadi.
Proyek meliputi pembangunan terminal baru dan gedung
kargo serta pembangunan sisi udara yang meliputi perluasan apron. Terminal baru
memiliki luas 77.569 meter per segi atau 8 kali lebih luas dibandingkan
terminal lama yang hanya memiliki luas 9.043 meter persegi.
Beroperasinya terninal baru, akan menambah kapasitas
penumpang menjadi 7 juta penumpang per tahun atau 5 kali lebih besar
dibandingkan terminal lama yang hanya dapat menampung 1,6 juta penumpang per
tahun.
Terminal baru juga ditunjang dengan 42 unit konter
check-in, 3 conveyor belt, dan ruang tunggu seluas 5.185 meter persegi.
Tersedia pula lahan parkir seluas 34.360 meter per segi untuk kendaraan roda
empat dan 2.420 meter persegi untuk kendaraan roda dua.
Terminal kargo baru berkapasitas 44.000 ton per tahun
dari 22.297 ton per tahun yang ada saat ini. Sedang apron bertambah menjadi
129.812 meter per segi dan mampu menampung 16 pesawat narrow body dari yang sebelumnya hanya 80.412 meter persegi dan
hanya dapat menampung 8 pesawat narrow
body.
Hadirnya terminal baru ini, bagian dari komitmen Angkasa
Pura I untuk terus meningkatkan layanan ke bandarudaraan berstandar
internasional, dengan mengutamakan prinsip Safety, Security, Services dan
Compliance.
“Terminal baru ini diharapkan dapat menjadi ikon baru
kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan,” timpal Direktur Utama Angkasa Pura I,
Fahmi. (emy/foto: ist)
