PELAIHARI, banuapost.co.id– Langkah Persetala melaju ke Zona Nasional Liga 3, akhirnya kandas setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 saat menjamu wakil Kalimantan Utara, PS Tarakan Banten Jaya, di Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, Senin (2/12).
Bermain dihadapan pendukung sendiri, tim yang berjuluk Kijang
Hamuk, memiliki peluang besar untuk membalas kekalahan 0-1 di kandang lawan. Sejak
babak pertama, pemain Persetala sudah membuat kerepotan barisan pertahanan PS
TBJ.
Ahmad Subekti sebagai ujung tombak, beberapa kali gagal
memanfaatkan peluang. Sedang pemain PS TBJ pada pertandingan ini, sangat
disiplin menjaga pergerakan pemain-pemain Persetala.
Mereka juga berusaha memperlambat tempo pertandingan
dengan berbagai cara, termasuk saat terjadi lemparan ke dalam.
Persetala pada pertandingan leg kedua ini tidak
dapat menurunkan kapten tim Murjani yang terkena akumulasi kartu kuning, Minus
Murjani di lini tengah, membuat alur serangan Persetala agak tersendat, bahkan
terkadang putus.
Sering bolongnya lini tengah Persetala, membuat pemain
belakang PS Tarakan makin mudah menjaga pertahanan. Mereka hanya menempel ketat
Ahmad Subekti dan Rifani. Sedang pemain lain, sering terlambat memback up.
Kedudukan imbang 0-0 di babak pertama tak dapat
dihindarkan. Di babak ini, wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk Rahmad
Ridho Darma back Persetala dan Thora M Hamzah ujung tombak PS TBJ.
Memasuki babak kedua, Persetala kembali mengambil
inisiatif serangan dengan tetap mengandalkan Ahmad Subekti, Rifani dan Very
Sandria di bagian depan, dibantu Firdaus, Irsyad Fajar
Pendukung dan fans Persetala yang memadati tribun terus
memberikan semangat. Mereka juga mendapat semangat dari Bupati Tanah Laut, H
Sukamta, yang hadir menyaksikan pertandingan bersama Komandan Kodim 1009/Pelaihari,
Letkol Adi Yoga Susetyo, Kepala Kejaksaan Negeri Tala, Abdul Rahman, dan Ketua
PN Pelaihari, Ita Widyaningsih.
Dukungan dari tribun dan Forkopimda Tala mampu membuat
pemain-pemain Persetala menekan pertahanan PS Tarakan dan menciptakan beberapa
peluang. Sayangnya semua peluang, gagal dikonversi jadi gol.
Di babak kedua ini, kiper PS Tarakan Ricky Ronaldo
Yuliansyah beberapa kali menyelamatkan gawangnya dari gempuran pemain
Persetala. Muhammad Erwin kapten PS Tarakan yang menjadi benteng pertahanan,
bermain sapu bersih dengan membuang jauh bola dari daerah pertahananya.
Di babak kedua Persetala sempat melakukan tiga pergantian
pemain, Doni masuk di menit ke-47 menggantikan Rahmad Suyanto, Muhammad Hidayat
masuk menggantikan Very Sandria di menit ke-62, dan Rifani digantikan Muhammad
Candra Adi Saputra di menit ke-76.
Keluarnya Veri Sandria dan Rifani membuat lini depan
Persetala tinggal bertumpu pada Ahmad Subekti, pemain bernomor punggung 2 ini
di 10 menit sisa pertandingan memiliki dua peluang untuk menjebol gawang PS
Tarakan. Namun dua sundulan dada dan kepalanya masih jatuh tepat di
pelukan kiper.
Perpanjangan waktu 5 menit juga tidak dapat membawa
Persetala membobol gawang PS Tarakan, hingga peluit panjang ditiup wasit
kedudukan tidak berubah 0-0. Hasil ini membawa PS Tarakan melangkah ke babak
selanjutnya dengan agregat 0-1. (zkl/foto:
ist)
