KOTABARU, banuapost.co.id– Suku Dayak di empat Provinsi Pulau Kalimantan, Kalbar, Kalteng, Kaltim dan Kalsel, mengikrarkan diri bersatu. Ikrar disampaikan para tokoh suku asli Pulau Kalimantan, di tengah peresmian Balai Adat Batulasung di Desa Cantung Kiri Hilir, Kelumpang Hulu, Kotabaru, Rabu (11/12).
Persmian Balai Adat Batulasung yang dilakukan Wakil
Bupati Kotabaru, lr Burhanuddin, juga dimeriahkan dengan pentas seni budaya
Dayak.
Acara dihadiri para petinggi lingkup Pemkab Kotabaru,
seperti Kapolres AKBP Andi Adnan Syafruddin, Dandim 1004/KTB/ Letkol lnf. Rony
Fitriyanto, Danlananl Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto, dan Waka Polres Tanah
Bumbu, kesbangpol dan muspika Kelumpang Hulu.
Menurut Kades Cantung Kiri Hilir, Riwinto yang juga panitia pelaksana, Forum lntelektual Dayak
Nasional (FlDN) lebih mengedepankan pada masalah peningkatan ekonomi masyarakat,
khususnya Suku Dayak.
“Masyarakat Dayak di 26 desa yang ada di Kabupaten
Kotabaru, di 2020 lewat koperasi yang ada di FIDN akan bekerjasama untuk
pembuatan sasirangan dengan ciri khasnya asli Dayak,” jelas Riwinto.
Selain itu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, lanjut
Riwinto, melalui FIDN mencoba mendidik masyarakat mengembangkan kerajinan anyaman.
“Potensi itu ada, karena semua bahan bakunya ada di desa
kami. Sementara untuk pemasarannya melalui FIDN,” ucapnya.
Sementara Ketua DPD FIDNl Kalsel, Bujino A Salan
mengatakan, ke depan dengan adanya balai adat ini, masyarakat bisa berkumpul
untuk memusyawarahkan sesuatu hal yang baik.
“Juga menjadi tempat untuk beribadah bagi warga umat Kaharingan,”
katanya.
Ditegaskan Bujino, eksistensi masyarakat adat, khususnya
warga Dayak, harus diakui pemerintah daerah setempat. Bahkan masyarakat Dayak,
harus menjadi nomor satu di tanah kelahirannya sendiri. (her/foto: ist)
