PELAIHARI, banuapost.co.id– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Boejasin Pelaihari, diminta menjadi rujukan dan ruangannya pun diberi nama pahlawan.
Permintaan itu disampaikan Bupati Tanah :Laut, H Sukamta,
saat meresmikan pemakaian gedung baru salah satu rumah sakit terbesar di
kabupaten yang memiliki julukan Bumi Tuntung Pandang tersebut, Sabtu (14/12).
Sebelum diresmikan, acara dibuka dengan lantunan sholawat
yang dibawakan Grup MaulidHabsy dari Majelis Rasulullah
Pelaihari. Gedung baru ini sebenarnya sudah mulai digunakan sejak 5 Desember
lalu.
Menurut bupati, ke depan RSUD H Boejasin menjadi rujukan
dari rumah sakit lain atau klinik yang ada di Kabupaten Tanah Laut. Sehingga nanti,
nol rujukan ke rumah sakit di Banjarmasin.
“Semuanya dirujuk saja ke RSUD H Boejasin. Namun nanti
kalau sudah menjadi rumah sakit tipe B,” ucapnya.
Dengan bakal ditambahnya rumah sakit baru di Tala, maka
nantinya jumlah rumah sakit yang ada menjadi tiga. Yakni RSUD H Boejasin, RSUD
KH Mansyur Kintap dan rumah sakit baru pengganti gedung lama RSUD Hadji
Boejasin.
Jika RSUD Hadji Boejasin bakal menjadi tipe B, maka rumah
sakit ini bakal menjadi rujukan terdekat di daerah pesisir sebelah selatan
Provinsi Kalsel itu.
Begitupun dengan nama ruangan yang ada di gedung baru,
Kamta, sapaan familiarnya, minta agar memakai nama pahlawan yang ada
di Kabupaten Tanah Laut.
“Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada anak cucu
nanti, agar mengetahui nama pahlawan saat mengunjungi rumah
sakit,” jelasnya.
Setelah meresmikan gedung baru, Kamta juga melakukan
peninjauan ruangan dan fasilitas penunjang yang ada di gedung baru
RSUD itu. (zkl/foto: ist)
