BANJARBARU, banuapost.co.id– Peduli Pondok Pesantren dalam mengembangkan usaha di lingkungan pendidikan keagamaan itu, Bank Kalsel meluncurkan program Pinjaman Modal Barokah nol persen bunga.
Namun demikian, pinjaman senilai puluhan juta rupiah tersebut,
hanya diperuntukan bagi kelompok usaha yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah
(DPW) Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Kalsel.
“IPI Kalsel menjadi salah satu mitra Bank Kalsel dalam
penyaluran program ini. Karena lingkungan pondok pesantren adalah lingkungan
religius yang paham masalah muamalah beragama,” ujar Direktur Utama Bank
Kalsel, Agus Syabaruddin, Kamis (9/1).
Sebagai bank pembangunan daerah, lanjut Agus, Bank Kalsel
harus berperan aktif sebagai agen of
development dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat Banua.
“Salah satunya dengan memberikan pinjaman dana bergulir ‘Modal
Barokah’ kepada Pondok Pesantren,” tandas Agus.
Karena dana itu sendiri, lanjut Agus, dihimpun dari zakat
dan sadakah seluruh karyawan Bank Kalsel yang dikelola Unit Pengelola Zakat (UPZ)-nya.
“Oleh sebab itu harapannya, sinergitas Bank Kalsel dengan
IPI DPW Kalsel ini, ikut membantu pemerintah dalam mensukseskan program suistainable development goal’s, yakni untuk
meniadakan atau mengurangi kemiskinan di masyarakat,“ pungkas Agus Syabaruddin.
Sementara pengajar Pondok Pesantren Walisongo Banjarbaru,
Ustad Nasir, mengapresiasi program Pinjaman Modal Barokah Bank Kalsel yang
digelontorkan ke 15 penerimanya.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima pinjaman modal
Barokah dari Bank Kalsel. Pinjaman ini sangat membantu untuk membuka usaha
kecil-kecilan, sehingga bisa membantu pendapatan kami sebagai pengajar di
pondok,” jelas Ustad Nasir.
“Pinjaman tanpa bunga ini, sangat membantu para ustadz
dalam mengembangkan usaha untuk menyiapkan generasi muda yang berilmu dan
beriman,” timpal pimpinan Ponpes Misbahul Munir Banjarbaru, Ustad Sarwono. (*/yb/sua/foto: ist)