SAMPIT, banuapost.co.id– Warga Desa Rawasari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ternyata sudah mengembangkan tanaman buah jeruk lemon yang hasilnya sangat menjanjikan.
Sukses warga Desa Rawasari ini, tak urung diapresiasi Camatnya, Ir H Eddy Mashami. “Potensi tanaman buah jeruk lemon ini ternyata membawa berkah bagi masyarakat Desa Rawasari,” ujar H Eddy kepada banuapost.co.id, Rabu (22/1)..
Desa terpencil paling ujung utara
ibukota Kecamatan Pulau Hanaut ini, kini warganya membudidayakan tanaman buah
lemon.
Selain karena pontensinya sangat
menjanjikan, jeruk lemon juga sebagai bahan dasar olahan minuman segar yang
banyak mengandung vitamin C.
“Ternyata banyak disenangi konsumen, telebih warga Kota Sampit maupun warga Palangka Raya, Ibukota Provinsi Kalteng,” jelas H Eddy..
Sebelumnya, lanjut H Eddy, tanaman ini
hanya seperti hiasan untuk halaman rumah sebagian warga desa. Namun setelah
dikembangkan dan dibudidayakan, rupanya menambah penghasilan ekonomi keluarga.
“Sekarang sudah menjadi pendapatan
tambahan keluarga, selain bertanam palawija dan padi,” tandas camat.
Menurut camat, jumlah pohon lemon
yang ditanam warga jika dikalkulasikan sebanyak 2.500 pohon. Rata-rata seminggu
sekali panen per pohon menghasilkan 5 hingga 10 kilogram.
Rata-rata dengan mengembangkan tanam
ini, per bulannya bisa menghasilkan Rp 2 jutaan lebih. Begitupun satu pohon yang
banyak buahnya, bisa dipanen dua kali dalam seminggu dengan hasil penjualan Rp
600 hingga Rp 800 ribu. (urd/foto: ist)
