CANBERRA, banuapost.co.id– Mengunjungi kawasan Mount Ainslie di Canberra, Minggu (9/2), Presiden Joko Widodo selain ingin melihat langsung, juga mempelajari pembangunan Ibu Kota Australia itu.
Kunjungan ke Mount Ainslie ini dilakukan di sela-sela
agenda kunjungan kenegaraan untuk menindaklanjuti selesainya ratifikasi
Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang
telah disetujui DPR tiga hari lalu.
“Ya saya banyak bertanya tadi, baik ke Gubernur
Jenderal, Perdana Menteri Scott Morrison, kemudian sekarang ke Sally Barnes,
CEO-nya National Capital Authority di sini. Kita ingin mendapatkan sebuah
bayangan, seperti apa sebetulnya Kota Canberra, bagaimana dikelola, kemudian
dimulainya seperti apa,” kata presiden dalam keterangan pers usai
peninjauan.
Kota Canberra sendiri dibangun pada 1913 dan memiliki
penduduk sekitar 400 ribu jiwa. Dari Mount Ainslie yang memiliki ketinggian 843
meter di atas permukaan laut.
Menurut Kepala Negara, tata kota Canberra sangat baik.
Karena itu, yang baik-baik akan diambil untuk pembangunan ibu kota baru,” ucap
Kepala Negara.
Presiden kembali menegaskan keseriusan pemerintah dalam
pemindahan ibu kota negara Indonesia ke Kalimantan Timur, yang studinya sudah
dimulai sejak lima tahun lalu dan lomba desain telah dimulai pada tahun lalu.
“Sudah kita memutuskan, sekarang tinggal menunggu UU
di DPR. Kalau sudah ada UU, tinggal kita
lakukan land clearing, lalu kita lakukan pembangunan infrastruktur dasar. Saya
kira itu yang akan kita lakukan,” ungkapnya. (yb/din/foto: muchlis jr)
