MAGELANG, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo melepasliarkan dua ekor elang jawa yang diharapkan dapat menjaga kelestarian jenis tersebut di alam bebas sekitar Gunung Merapi, Jumat (14/2).
Elang Jawa (nisaetus
bartelsi) yang merupakan ikon dari kawasan Taman Nasional Gunung Merapi
(TNGM), sering dijumpai di daerah perbukitan lereng gunung yang kondisi
hutannya relatif masih baik.
Meski demikian, jumlah elang jawa yang terpantau terbang
bebas di kawasan Merapi tiap tahunnya, terbilang minim.
Hasil pengamatan Balai Taman Nasional Gunung Merapi
menunjukkan, dalam setahun terakhir hanya terdapat enam ekor elang yang
terlihat di kawasan tersebut.
“Elangnya satu pasang dilepas. Kawasan ini memang
memiliki kemampuan untuk menampung enam pasang, tetapi yang dilepas hari ini
hanya satu pasang,” kata presiden.
Abu dan Rossy merupakan nama pasangan elang jawa yang
dilepasliarkan presiden. Keduanya merupakan satwa yang diserahkan kepada
petugas dari masyarakat untuk kemudian direhabilitasi ke Pusat Konservasi Elang
Kamojang.
Kedua elang telah menjalani proses rehabilitasi sejak 8
Juni 2018 lalu, meliputi pemeriksaan dan pemulihan kesehatan.
Elang jawa sendiri merupakan satwa yang dilindungi
berdasarkan PP No: 7/1999. Elang jawa juga dinyatakan sebagai spesies yang kini
berada di ambang kepunahan. (yb/din/foto:
setneg)
