BANJARMASIN, banuapost.co.id– Bank Indonesia (BI) perwakilan Kalsel menggelar pelatihan, sekaligus pendampingan kepada para petani dalam mengolah pupuk dan budidaya ikan secara organik. Kegiatan berlangsung 15 hingga 16 Februari di Bumi Tangi Argo Edu Park, Landasan Ulin, Banjarbaru.
Kegiatan selain menekan inflasi atas jenis komoditas itu, juga untuk
meningkatkan produktivitas petani agar hasil meningkat.
Selama ini, per hektar menghasilkan padi sebanyak 3,9 ton. Namun
dengan pupuk organik, mampu meningkat menjadi delapan sampai sembilan ton per hektarnya.
“Nilai petani menjadi lebih tinggi. Selain biayanya tertekan, hasilnya pun meningkat. Itu sudah kita
buktikan kemarin,” jelas Manager Pengembangan Ekonomi KPw BI Kalsel, Aryo
Wibowo, kepada awak media.
Di hari pertama pelatihan, para petani diajarkan bagaimana cara mengolah
pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan sapi yang dicampur dengan kompos
dari tumbuhan atau sisa tanaman, seperti jerami dan dedaunan yang sudah dihaluskan
menggunakan Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO). Kemudian dicampur denga MA-11,
selanjutnya difermentasi.untuk mengurai pupuk.
Sementara menurut konsultan pelatihan UMKM, Untung, dibandingkan
dengan menggunakan pupuk kimia, penggunaan pupuk organik mampu meningkatkan
produktivitas dan mengurangi biaya.
“Oleh karena itu, diharapkan mereka bisa mengaplikasikan di
lapangan sesuai dengan tempat tinggalnya, dimana bahan yang tersedia di alam lebih
banyak untuk diolah menjadi pupuk organik,” jelasnya. (yb/sb/foto: ist)
