JAKARTA, banuapost.co.id– Unik dan selalu merakyat. Seperti itulah sosok Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming, dalam ke sehariannya.
Sebagai CO Holding PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 dengan entitas 55 anak usaha di berbagai bidang, Dani sapaan akrabnya, tetaplah anak desa yang berasal dari salah satu kabupaten di Provinsi Kalsel.
Meski dengan seabrek usaha, hingga menjadi salah satu
pengusaha tersukses di Kalsel, pria kelahiran Batulicin, Tanah Bumbu, 17 September
1981, dalam soal selera makan dimana pun jadi.
Padahal bagi kebanyakan orang se kelas Mardani, selain
higienis tentu dengan suasana yang nyaman. Baik jenis kuliner yang akan
disantap, maupun kondisi se keliling, terutama untuk sekadar ‘mencuci’ mata.
Ilmu sugih ini, rupanya tidak berlaku bagi pria berusia
38 tahun yang memiliki gelar akademis Sarjana Hukum (SH) tersebut.
Usai car free day di Jl Sudirman dan Thamrin, Jakarta
Pusat, MInggu (16/2) pagi, Bupati Tanah Bumbu ke-2 dua periode (2010 – 2018)
ini, menyampatkan diri mampir ke seorang bibi pecel di trotoar salah satu
apartemen.
Konon menurut sang sohib, bersantap di manapun jadi,
dilakukan penerima 6 penghargaan baik dari pemerintah (Wakil Presiden RI) instansi
(Kemendagri), maupun media terkemuka, dalam setiap kesempatan.
Entah seusai berolahraga pagi maupun saat sedang
mengendarai mobil, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia
(APKASI) 2015 – 2020 itu, tidak jarang singgah
hanya untuk makan bakso di tepi jalan di Jakarta.
Kebiasaan ‘serampangan’ dan merakyat ini, sudah dilakukan
pasangan Hj Erwinda tersebut, sejak sebelum berumah tangga.
Apa yang dilakukan ayah dua putra itu, menurut sang
sahabat, sebagai bentuk wujud rasa peduli terhadap pedagang kecil.
“Karena tidak jarang sehabis menyantap, dia memberi uang
lebih kepada sang pedagang. Tentunya untuk menambah modal usaha agar nantinya lebih
berkembang,” ujar Mahdian. (yb/b2n/foto:
beben)
