PELALAWAN, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo mengapresiasi produski serat rayon di Kabupaten Pelalawan, Riau, karena dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku tekstil.
Apresiasi disampaikan Kepala Negara saat meresmikan
fasilitas produksi rayon dan benang terintegrasi PT Asia Pacific Rayon di
Kabupaten Pelalawan, Jumat (21/2).
Viscose rayon merupakan salah satu bahan baku bagi
industri tekstil dan produk tekstil berkelanjutan. Bahan baku tersebut, merupakan
serat benang yang berasal dari olahan kayu dan dapat terurai secara alami.
“Orang hanya tahunya kapas itu menjadi kain. Tapi
sekarang, serat kayu bisa menjadi kain. Ini sebuah teknologi yang juga perlu
diberikan apresiasi. Jangan berpikir yang namanya teknologi hanya ada di Eropa,
Jerman, dan Skandinavia. Di Indonesia pun ada dan itu di Kabupaten
Pelalawan,” tuturnya.
Fasilitas produksi tersebut, memproduksi kurang lebih
240.000 ton serat rayon per tahunnya (akan meningkat menjadi 600.000 ton dalam
beberapa tahun ke depan) dengan suplai bahan baku yang telah melalui
sertifikasi nasional (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu) dan internasional
(Programme for the Endorsement of Forest Certification).
Realisasi investasi berupa fasilitas produksi, diharapkan
dapat memperkuat industri tekstil dan produk tekstil nasional, sekaligus
mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku tekstil, seperti kapas yang
kebutuhannya masih belum dapat dipenuhi dari dalam negeri.
“Saya kira dengan jumlah nursery bibit yang sampai
300 juta kapasitasnya, itu sebuah jumlah yang sangat besar. Ini yang saya kira
banyak belum dilihat, kita memiliki sebuah potensi besar dalam industri rayon
ke depan,” kata presiden.
“Jadi tidak usah kita impor rayon, impor viscose.
Kita sendiri sudah bisa memproduksinya. Saya kira, kekuatan-kekuatan seperti
ini yang harus mulai diangkat. Karena ini juga bisa mengurangi substitusi
impor, artinya bisa mengurangi defisit neraca perdagangan kita,” imbuhnya.
Untuk diketahui,
selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, produk rayon dari fasilitas
produksi tersebut juga diekspor ke sejumlah negara lain, seperti Turki,
Pakistan, Bangladesh, Vietnam, hingga negara-negara Eropa. (yb/din/foto: muchlis jr)