MARTADAH, banuapost.co.id– Perguruan Silat (PS) Nahdlatul Ulama (NU) Pagar Nusa, termasuk perguruan silat lainnya, diimbau mewaspadai dan menjadi benteng masuknya narkoba ke pelosok desa.
Imbauan dikemukakan Bupati Tanah Laut, H Sukamta, ketika
didaulat memberi sambutan dalam pengukuhan dan syukuran keluarga baru di Desa
Martadah Baru, Tambang Ulang, Sabtu (22/2) malam.
Menurut Kamta, sapaan familiar orang nomor satu di Tala
itu, tantangan untuk anak muda sekarang ini sangat luar biasa berat. Terlebih, narkoba
sudah memasuki wilayah pedesaan.
Laten demikian, tentu merupakan ancaman. Sebab narkoba
tidak mengenal usia. Semua kalangan bisa menjadi sasaran.
“Karena itu, baik PSHT, PS NU Pagar Nusa dan Silat Sasak,
maupun perguruan silat lainnya, punya kesempatan sama untuk mengamankan
keluarga dan generasi muda dari serbuan narkoba yang sangat menghancurkan,”
imbuh Kamta.
Begitu berperanya keberadaan perguruan silat, Kamta mengajak
para orang tua untuk memasukkan anaknya ke olahraga bela diri tradisional
tersebut.
“Karena perguruan-perguruan silat punya nilai-nilai
dasar, tekad dan rasa patriot yang sama. Dengan masuk ke perguruan-perguruan
silat, saya yakin anak-anak akan terselamatkan dari ancaman narkoba,”
ungkapnya.
Begitupun di Desa Martadah Baru, sambung Kamta, hendaknya
tidak ada celah sedikitpun masuknya jaringan- jaringan narkoba yang akan
menghancurkan masyarakat Tala.
Di awal sambutannya, Kamta memberikan apresiasi dengan
tumbuh dan berkembangnya PS NU Pagar Nusa sebagai wadah bagi anak muda untuk
membina mental dan spiritual.
Pemerintah daerah, menurut Kamta, tentu akan memberikan
dukungan agar terus berkembang karena telah mendidik anak-anak muda menjadi
orang-orang yang berkarakter serta akhlakul karimah.
Syukuran dan pengukuhan keluarga baru PS NU Pagar Nusa, berlangsung
di kediaman salah satu pengurusnya, Samsul
Hadi.
Selain para
pesilatnya, hadir Camat Tambang Ulang, Ade Gumilar, Kades Martadah Baru, Slamet
Prayitno dan pimpinan Cabang PS Pagar Nusa Tala, Andi Suroso. pimpinan ranting Desa
Martadah Baru Samsul Hadi. Sedang tausyah agama oleh Gus M Ali Magfur Saufazan
Zirzis dari Nganjuk, Jawa Timur. (zkl/foto:
ist)