BANJARMASIN, banuapost.co.id– Sinyalemen politik dinasti dalam pilkada 2020 Kalsel, ditepis Ketua DPD PDI-P Mardani H Maming. Sebab pesta demokrasi lima tahunan, melibatkan masyarakat secara langsung sebagai pemilih.
“Bisa disebut dinasti, kalau saya sebagai bupati
menentukan siapa yang jadi. Tapi kalau rakyat yang menentukan, siapapun tak bisa apa-apa,” jelasnya.
Begitu pula dalam pilkada, lanjut CEO Holding PT
Batulicin 69 dan PT Maming 69, setiap orang yang memenuhi syarat bisa
mencalonkan diri.
“Apakah karena saya mantan bupati, lalu saudara saya
tidak boleh mencalonkan diri. Demikian juga dengan anak presiden yang
mencalonkan diri dalam pilkada. Padahal yang memilih dalam pilkada itukan bukan
presiden, tapi rakyat,” tandas Mardani kepada wartawan, Senin ( 24/2).
Mardani tak menampik DPP PDI-P sudah menetapkan tiga pasangan calon
kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada 2020 Kalsel.
Mereka, Syafruddin H Maming dan Andi Rudy untuk Pilkada
Kabupaten Tanah Bumbu. Kemudian, Zairullah Azhar dan Zulkifli AR, untuk
Kabupaten Kotabaru, serta Aditya Mufti
Ariffin dan AR Iwansyah untuk Kota Banjarbaru.
Ketiga pasangan calon tersebut, menurut Mardani, ditetapkan
berdasarkan beberapa faktor. Salah satunya hasil survei yang memperlihatkan potensi
untuk menang.
Sementara untuk calon PDI-P di Pilkada Kalsel, kemungkinan diumumkan Maret nanti. “Untuk
target, ya kita menargetkan kemenangan,” ujar mantan Bupati Tanah Bumbu
dua periode tersebut.
Meski demikian, sambung Mardani, PDI-P sebagai partai
pemenang Pemilu 2019, menyadari dalam pilkada tahun ini, tidak semua bisa
dimenangkan.
“Politik itu kan kompromi. Provinsi Kalsel ini kan
sudah maju. Untuk membesarkan Kalsel, tidak bisa hanya dengan satu partai. Tapi harus bersama-sama, bergotong
royong, memilih pemimpin terbaik. Sehingga bisa memajukan banua kita,”
katanya.
Pilkada 2020, diharapkan Mardani berjalan demokratis,
aman, damai dan lancar. Karena itu jangan sampai pilkada yang hanya siklus lima
tahunan, merusak persaudaraan.
“Beda pilihan itu biasa, yang paling penting dan utama
kita tetap menjaga kerukunan dan persatuan demi keamanan serta kedamaian daerah
kita Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (emy/foto: ist)