BANJARMASIN, banuapost.co.id– Ditengarai akibat virus korona, masker di pedagang alat kesehatan di Pasar Baru Permai, Banjarmasin, kosong. Seandainya ada stok pun, harganya melonjak hingga empat kali lipat.
Seorang karyawan toko alat kesehatan di pasar itu, Zainal
Ariffin, mengaku sudah lebih sepekan tidak punya stok masker untuk dijual.
“Kalau pun ada yang menjual sejak merebaknya virus korona,
harganya melonjak hampir empat kali lipat,’ kata Zainal ketika ditemui, Senin
(2/3) siang.
Sebelumnya saat masih memiliki stok, sambung Zainal, sempat
menjual seharga Rp 60 ribu sampai Rp 80 pibu per kotak isi 50 lembar. Padahal
harga normalnya, hanya Rp 20 ribu per kotak, dan paling mahal Rp 30 ribu.
“Tapi saya sekarang sudah tidak ada stok lagi untuk
dijual. Sudah lebih dari seminggu ini kosong,” tandasnya.
Berbeda dengan Zainal, pemilik toko alat kesehatan
lainnya di pasar yang sama, Ibrahim, mengaku masih punya stok masker untuk dijual.
Tapi jumlahnya tidak banyak, hanya satu kotak masker warna ungu.
“Harganya saya jual Rp 130 ribu, karena belinya juga
sudah mahal. Ini bukan dari distributor, tapi orang yang jual ke saya. Terus
saya jual lagi. Kalau ini laku terjual, saya sudah tidak punya stok lagi,”
jelasnya.
Sementara Ibad, pembeli masker di toko Ibrahim, mengaku sudah
keliling ke banyak toko penjual alat kesehatan dan juga kosmetik. Tapi tidak
mendapati yang menjual masker.
“Sudah keliling tadi. Tidak ada yang jual. Di apotik
juga kosong,” ujarnya.
Meski harganya cukup mahal, Ibad mengaku terpaksa membeli
satu kotak masker tersebut, karena pesanan teman-temannya di sebuah bank swasta
di Banjarmasin.
“Tadi sempat tanya teman-teman di kantor. Dibeli
atau tidak. Karena harganya lumayan, kata teman-teman, dibeli saja. Padahal
rencana mencari warna hijau, namun yang ada warna ungu,” imbuh Ibad. (emy/foto: deny yunus)