BANJARMASIN, banuapos.co.id– Sebagian besar orang, mungkin merasa cemas, takut dan panik akan ancaman virus korona. Padahal kecemasan dan kekhawatiran berlebih, justru bisa meningkatkan risiko tertular virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok, yang tengah pageblug alias mewabah di seluruh dunia.
Karena itu, perlu mengurangi kecemasan. Salah satu
caranya, dengan latihan yoga yang membantu menenangkan mental dan
memperdalam kesadaran spiritual.
Pendapat ini dikemukakan instruktur yoga ternama di
Banjarmasin, Yenny Frida Luntungan, saat ditemui di sela kelas yoganya, Selasa
(17/3).
“Teknik-teknik manipulasi napas dan keseimbangan
sistem saraf, bisa membantu mengatasi ketakutan dan kecemasan,” ujar
Yenny.
Seseorang yang telah melakukan yoga rutin pun, lanjut
Yenny, merasakan manfaat yang lebih luas dari sekadar fleksibilitas,
keseimbangan dan kekuatan.
Agar memiliki kondisi emosional yang lebih sehat dan kesadaran
spiritual lebih dalam, menurut Yenny, banyak pose yoga yang ikut meningkatkan
kualitas hidup.
Menyinggung kasus Covid-19, ditegaskan Yenny, karma yoga
menjadi salah satu latihan yang fokus pada tindakan tanpa mementingkan diri
sendiri.
Tenaga medis yang berada di garda terdepan melawan virus
korona, telah menggambarkan karma yoga. Mereka berusaha membantu kesembuhan
orang lain dengan mengorbankan keselamatannya.
“Latihan karma yoga, ibaratnya sama dengan kondisi
tersebut. Latihan dilakukan tanpa terganggu ketakutan dan kecemasan dalam diri.
Sehingga kita bisa mencapai ketenangan,” bebernya.
Menurut Yenny, pengetahuan modern telah membantu memahami
cara kerja beberapa teknik yoga. Kunci untuk menemukan kedamaian dan ketenangan,
dapat ditemukan dalam sistem saraf otonom (ANS).
Sistem saraf otonom, bertindak sebagian besar secara
tidak sadar dan mengatur sistem pernapasan. Lalu sistem saraf simpatis (SNS),
yang bertanggung jawab untuk refleks.
Ada pula sistem saraf parasimpatis (PNS) yang bertanggung
jawab atas sisanya dan mencerna refleks. Oleh sebab itu perlu mengurangi
kecemasan, dan rileks untuk merangsang sistem saraf parasimpatis.
Penelitian telah menunjukkan, berbagai bentuk latihan
pernapasan menyebabkan nada vagal yang lebih besar untuk menyeimbangkan ANS.
Saat bernapas, detak jantung akan meningkat dan melambat
ketika menghembuskan napas. Semakin besar perbedaan antara denyut jantung
inhalasi dan pernapasan, maka semakin tinggi nada vagal. Sehingga tubuh akan
lebih mudah rileks.
Salah satu teknik pernapasan paling sederhana, diafragma
sadar dalam, atau pernapasan perut, sambil sedikit membatasi pembukaan
tenggorokan.
Teknik ini bisa memberikan energi dan rileks pada tubuh,
saat mulai bermeditasi. Teknik yang mendorong manipulasi napas dan membantu
menyeimbangkan sistem saraf inilah, yang bisa membantu mengatasi ketakutan dan
kecemasan di tengah wabah korona. (aliv/foto:
ist)