BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pengelola Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam, menutup sementara tempat wisata di Desa Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Penutupan berlangsung selama dua pekan atau 14 hari, sejak Senin (16/3) hingga 29 Maret mendatang.
Penutupan, lanjut Hanif, dilakukan karena di Tahura
Sultan Adam ada sejumlah hewan yang dinilai berpotensi sebagai carrier atau
pembawa virus korona.
“Makanya sebagai upaya pencegahan, kita memutuskan untuk
menutup sementara,” tandasnya.
Diakui Hanif, penutupan ini berdampak pada berkurangnya
pendapatan retribusi dari tempat wisata yang lebih dikenal sebaga Tahura
Mandiangin itu.
Biasanya, dalam sepekan pendapatan dari retribusi tiket
masuk berkisar Rp 40 juta lebih. “Jadi kalau ditutup dua pekan, berarti potensi berkurangnya pendapatan berkisar Rp
80 juta hingga mencapai Rp 100 juta,” kata Hanif.
Namun besaran itu dinilainya tidak sebanding bila harus
mengambil resiko tetap membuka tempat tersebut. “Tidak masalah kehilangan
pendapatan. Ini demi perjuangan yang lebih baik. Kami berharap, masyarakat bisa
memaklumi hal ini,” imbuhnya.
Selain Tahura Sultan Adam Mandiangin, penutupan sementara
juga dilakukan di Objek Wisata Bukit Batu, Sungai Luar, Kecamatan Aranio,
Kabupaten Banjar. Kedua objek wisata ini, di bawah pengelolaan Dishut Kalsel.
Sedang kawasan wisata Loksado dan Nateh yang juga di
bawah pengelolaan Dishut Kalsel, hingga kini belum dilakukan penutupan. Hal ini
masih menunggu kajian apakah perlu dilakukan atau tidak, terhadap kawasan
wisata itu. (emy/foto: ist)