BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pasca menerima rujukan lima pasien suspect atau diduga terinfeksi virus korona, pekan lalu, RSUD Ulin Banjarmasin mendapat tambahan dua orang lagi untuk diisolasi di Ruang Bougenville. Pasien dengan identitas Ulin 6 dan 7 itu, datang di hari yang berbeda.
Untuk pasien Ulin 6, rujukan dari salah satu rumah sakit
swasta di Banjarmasin, Senin (16/3). Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu, berjenis
kelamin laki-laki dengan usia 58 tahun.
Sempat diambil cairan lendir dari saluran pernafasan atau
sampel swabnya, yang kemudian dikirim ke Laboratorium Litbang Kemenkes RI.
Namun belum sempat hasil uji labnya keluar, pasien Ulin 6
tersebut meninggal dunia, Rabu (18/3) dinihari sekitar pukul 00:15 Wita.
“Saat dirujuk ke RSUD Ulin, kondisi kesehatan pasien
No 6 itu memang sudah tidak bagus. Mengalami sesak nafas, tensinya turun dan
suhu badannya di atas 38 derajat celcius,” jelas Kepala Dinas Kesehatan
Kalsel, M Muslim, yang juga Sekretaris sekaligus Juru Bicara Tim Gugus Tugas
Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel kepada wartawan, Rabu
(18/3).
Didampingi Direktur RSUD Ulin, Suciati, sambung Muslim, pasien Ulin 6 itu memiliki riwayat penyakit
pneumenia atau radang paru-paru dan diabetes melitus (DM).
“Karena hasil uji labnya belum keluar, maka yang
bersangkutan belum bisa dipastikan positif korona. Namun statusnya PDP dan
sempat diisolasi,” tekan Muslim.
Sedang pasien Ulin 7,
lanjut Muslim, dirujuk ke RSUD Ulin pada Selasa (17/3). Saat dirujuk
dari salah satu rumah sakit swasta di Banjarmasin, ABK sebuah kapal ini,
mengalami batuk pilek.
Namun suhu badannya normal, 36 derajat celcius. Tapi karena merupakan
pasien rujukan, maka tetap dilakukan SOP PDP. Sehingga saat ini, dirawat di
ruang isolasi.
Sehingga dengan tambahan rujukan ini, RSUD Ulin sedang
mengisolasi 6 PDP. Karena sebelumnya sudah ada lima yang diisolasi.
“Untuk pasien
Ulin 1 sampai 5, kondisi kesehatannya relatif stabil. Tapi, karena masih
menunggu hasil uji laboratorium, kelimanya masih dalam pengawasan rumah
sakit,” imbuh Muslim. (emy/foto: deny
yunus)