PALANGKA RAYA– Digelarnya pelatihan ahli pers di Kota Palangka Raya yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng, 3-5 Juli mendatang, pertama bagi lembaga profesi tertua Indonesia.
“Memang pada 1998, PWI kepemimpinan Sogeng Wijaya (alm) pernah, tapi terbatas. Sekarang lebih banyak. Jika dulu 10 peserta, sekarang 40 0rang,” kata Joko Tatoko, mantan Wakil Ketua PWI Kalteng, Selasa (2/7), yang juga menjadi salah seorang peserta.
Menurut mantan Ketua Komisi Infornasi Jatim itu, pelatihan yang dilaksanakan PWI Kalteng, hendaknya juga menjadi contoh bagi PWI di Provinsi lain.
Ini mengingat, sambung Joko, profesi yang berhubungan dengan tulis menulis dalam mengungkap kebenaran selalu rentan akan kriminalisasi. Karena itu dengan pelatihan ini, setidaknya awak media di lapangan akan memiliki pengetahuan akan hukum.
“Sungguh sangat bahagia dan bangga serta apresiasi terhadap PWI Kalteng karena dapat menggelar kegiatan nasional seperti ini,” ujar Joko , kepada sejumlah awak media.
Sementara peserta dari daerah mulai berdatangan. Rencananya Selasa malam ini diajak makan bersama oleh panitia yang diketuai Heronika Rahan. (sut/foto: ist)