BANJARMASIN– Sepuluh mahasiswa Kota Banjarmasin yang bernaung dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), rupanya sadar betul akan keberadaannya sebagai agen perubahan.
Meski hanya segelintir, mereka bereaksi menolak kenaikan BBM nonsubsidi, Jumat (6/7). Bahkan begitu seriusnya dengan persoalan naiknya BBM ini karena menyangkut kepentingan rakyat, mahasiswa ini mendorong sepeda motor sejauh 3 kilometer.
Mereka bergerak dari Gedung Sultan Suriansyah, Jl Brigjend Hasan Basry, Kayutangi menuju rumah rakyat, Gedung DPRD Kalsel, melintasi tiga ruas jalan yang padat arus lalulintasnya, Jl S.Parman, Jl Suprapto dan Jl Lambung Mangkurat.
Menurut Ketua Umum KAMMI Banjarmasin, M Alfiansyah, pemerintah pusat menaikkan BBM nonsubsidi per 1 Juli lalu. Harga Pertamax naik dari Rp 8.900 menjadi Rp 9.700 per liter, Dexlite dari harga Rp 8.250 menjadi Rp 9.200 per liter, Pertalite Rp 8.000, Dex Rp 10.750, Solar nonsubsidi Rp 8.150, dan minyak tanah nonsubsidi Rp 11.660.
Padahal kelangkaan BBM bersubsidi, masih marak di Kalsel. Sementara pemerintah selalu berdalih kenaikan BBM nonsubsidi karena melemahnya kurs rupiah terhadap dollar AS di level Rp 14.000 lebih.
“Pelemahan kurs rupiah akibat kegagalan pemerintah dalam mengelola perekonomian,” katanya.
Dalam aksi tersebut, KAMMI menyampaikan lima tuntutan. Pertama, mengecam kebijakan pemerintah yang diam-diam menaikkan BBM tanpa sosialisasi dahulu. Kedua, mendesak pemerintah dapat menjamin ketersediaan BBM bersubsidi di seluruh SPBU pelosok daerah.
Ketiga, mengecam Presiden Jokowi yang tidak tampil saat kenaikan harga BBM, tapi justru sibuk pencitraan politik.
Keempat, menuntut pemerintah segera menstabilkan harga kebutuhan pokok rakyat dan mengembalikan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dollar.
‘Sedang tuntutan terakhir, mendesak DPRD Kalsel menyampaikan pernyataan sikap ini kepada pemerintah pusat,” tegas Alfiansyah.
Namun saat menyampaikan aksi di depan Gedung DPRD Kalsel, sepuluh mahasiswa yang berdemo hanya disambut Kabag Persidangan, Zaini, karena para wakil rakyatnya tengah melakukan perjalanan dinas keluar daerah. (imn/foto: iman)