SAMPIT, banuapost.co.id– Di tengah situasi serba sulit akibat pandemi virus mahkota, Kecamatan Pulau Hanaut berbagi derita dengan warganya yang kurang mampu.
Paket sembako yang dibagikan bukan datang dari wakil rakyatnya yang tengah nyaman duduk di kursi empuk dan ruang ber-AC. Tapi dari pegawai kecamatannya yang menyisihkan hasil Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).
Dari sebagian TPP itu dijadikan beberapa paket berisi beras seberat 5 kilogram bagi 100 kepala keluarga (KK). Selain dampak korona, juga untuk menghadapi bulan suci ramadhan.
Bantuan 5 kilogram beras langsung diserahkan ke rumah-rumah warga yang terdampak. Tentunya ini wujud rasa kepedulian, rasa kebersamaan pegawai kecamatan terhadap kesulitan warga.
Camat Pulau Hanaut, Ir H Eddy Mashami, membenarkan aksi peduli pegawainya yang ikut serta berbagi suka untuk warga kurang mampu akibat terimbas segala pembatasan sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19 yang di wilayah Kotim sudah ada korbannya.
“Kami prihatin melihat situasi sulit masyarakat. Karena itu dengan sedikit bantuan, diharapkan bisa mengurangi beban hidup warga yang sedang dalam kesusahan,” ujar H Eddy, Kamis (23/4).
Camat Eddy, sapaan akrabnya, juga mengimbau warga untuk bersikap disipilin dalam upaya bersama memutus mata rantai penyebaran virus korona ini.
Seperti menjaga jarak, hindari kerumunan, menjaga pola hidup sehat dan bersih, selalu memakai masker kalau ke luar rumah.
“Karena selama penyebarannya masih ada, selama itu juga kita akan menghadapi kesulitan, terutama masalah ekonomi,” jelas Camat Eddy.
Hingga berita ini dilansir, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih belum sampai ke masyarakat pelosok.
Entah karena truk pengakutnya masuk sungai atau patah as gardan atau pecah ban atau karena masih dalam proses dan verifikasi data warga yang terdampak Covid-19, wallahu a’lam. (um/foto: ist)