PELAIHARI, banuapost.co.id– Pemkab Tala siap merampungkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Kecamatan Jorong.
PLTBg ini hasil hibah pemerintah Pusat yang awalnya diserahkan ke PT CPKA dan dihibahkan kembali ke Pemkab Tala.
Kesiapan mengoperasikan PLTBg itu terungkap dalam video conference Bupati Tala, H Sukamta dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PT Citra Putra Kebun Asri di Ruang Rapat Barakat Lantai II, Jumat (24/4) siang.
Dalam kegiatan itu, bupati di dampingi Sekda H Dahnial Kifli dan Plt Direktur Perusda Baratala, Agus Sektyaji.
Uji coba ulang pengelolaan PLTBg yang bahannya bersumber dari limbah cair/POME (Palm Oil Mill Effluent) dari PMKS (Pabrik Minyak Kelapa Sawit), membuktikan komitmen Pemkab Tala peduli dengan lingkungan.
Pemkab melalui Perusda Baratala yang akan mengelola PLTBg, bekerja sama dengan PT CPKA sebagai operator.
Menurut Sukamta, restarting PLTBg ini sudah berjalan sejak 2019 lalu, di antaranya dengan menyervis alat pompa, membersihkan penampungan gas, serta pemeliharaan alat penampungan limbah untuk menghasilkan gas.
Namun demikian, masih ada satu komponen yang kurang, yaitu kubikal dengan fungsi alat bantu suplai listrik dari penampungan ke PT PLN.
Sementara pengadaan cubicle sudah dalam proses lelang oleh Kementerian ESDM, serta jadwal uji coba ulang gas engine sudah di jadwalkan dengan PT PLN. Sehingga tidak menggunakan penghasil listrik bermesin diesel.
Bupati juga mengusulkan agar harga jual yang semulanya sesuai Peraturan Menteri ESDM No: 39/2017 hanya Rp. 600/KWh, bisa ditingkatkan menjadi Rp 1.000/KWh untuk menutupi serta menunjang biaya operasional di lapangan.
“Dalam waktu dekat, kita kirimkan pengusulan penaikan harga ke Kementerian ESDM untuk harga jual ke PT PLN, dan keuntungannnya bisa didapatkan perusda,” imbuhnya. (zkl/foto: ist)