LOK BAINTAN- Banyak cara dilakukan masyarakat dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satunya menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di tengah Sungai Martapura. Seperti dilakukan ratusan pedagang Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Jumat (17/8) pagi.
Sekitar pukul 07:00 Wita, para pedagang pasar terapung ini menyusun jukung mereka melingkari sebuah kelotok yang memuat tiang bendera. Tak kalah dengan pasukan pengibar bendera atau paskibra, sebagian perempuan paruh baya yang bertindak sebagai petugas, terlihat mengerek bendera Merah Putih di tiang sepanjang sekitar tiga meter tersebut.
Sebagian lainnya yang menjadi peserta upacara, mengambil sikap hormat sambil menyanyikan lagi Indonesia Raya, hingga sang saka sampai di pucuk tertingi tiang bendera tersebut.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi dan Pancasila oleh salah satu pedagang Pasar Terapung.
Menurut Nurul, petugas yang membacakan kedua teks tersebut, ini upacara pertamanya setelah belasan tahun tak pernah lagi mengikuti upacara serupa.
“Dulu memang pernah waktu sekolah. Sudah lama banget. Sudah belasan tahun lalu,” kata pedagang buah-buahan ini.
Saat membacakan teks Proklamasi dan Pancasila, aku Nurul, ada kenangan masa kecil yang muncul di benaknya. Kenangan saat masih duduk di bangku sekolah. Ia pun, merasa bangga bisa kembali ikut dalam upacara ini.
“Saya bangga. Saya juga bangga jadi orang Indonesia,” ujar Nurul yang berharap, Indonesia semakin jaya dan pemerintahnya terus memperhatikan kesejahteraan masyarakat kecil, seperti dirinya.
Tak hanya pedagang, upacara di atas Sungai Martapura ini, juga menarik perhatian sejumlah wisatawan yang kebutulan berwisata ke Pasar Terapung Lok Baintan.
Salah satunya, Maria Veronika, warga Surabaya, Jawa Timur. “Wah keren. Saya salut sama acil-acil pasar terapung ini. Mereka upacara di atas sungai,” kata Maria yang berharap, kegiatan serupa terus digelar di tahun – tahun berikutnya.
Bertindak sebagai inspektur upacara kali ini, Kasilidik Ditpolair Polda Kalsel, Kompol Untung Widodo, Untung yang juga penggagas upacara, berharap kegiatan ini terus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk cinta terhadap tanah air.
“Ini baru pertama kali dilaksanakan dengan melibatkan pedagang Pasar Terapung. Tapi tidak hanya pedagang, ini juga banyak diikuti pengunjung. baik lokal maupun mancanegara. Harapannya,di tahun-tahun berikutnya, bisa digelar lagi,” kata Untung. (emy/foto: deny yunus)