BATULICIN, banuapost.co.id– Berpolitik secara santun dan beradab, sepertinya tak berlaku dalam kontestasi Pilkada Tanah Bumbu 2020. Padahal black campaign atau kampanye hitam, sudah diingatkan salah satu paslon jauh sebelum kampanye dimulai, agar tetap terjaganya kesatuan dan persatuan di Bumi Bersujud itu,
Kali ini yang kena terpa dengan kampanye melalui dunia maya tersebut, duet milenial Syafruddin H Maming-M Alpiya Rakhman, pasangan yang mengusung jargon: “Bersama Rakyat Kita Menang”.
Uniknya lagi, kampanye hitam yang diterima redaksi banuapost.co.id, dikait-kaitkan dengan mantan Bupati Tanbu dua periode, Mardani H Maming.
Dari narasi yang dibangun, jelas aktor intelektualnya bukan sembarang orang. Dari kosa kata yang tersusun hingga menjadi kalimat, paling tidak pernah mengeyam jenjang pendidikan strata atas.
Kondisi tak nyaman ini tegas ditampik Cuncung, sapaan akrab Syafruddin H Maming, yang juga kandidat Bupati Tanah Bumbu itu.
”Saya tegaskan, SHM bukanlah sosok bayangan atau boneka seperti yang disangkakan,” ucap Cuncung, abreviasi SHM dalam Pilkada Tanbu 2020 di kampanyenya di Desa Rantau Panjang, Kamis (1/10).
Sepanjang hari itu, SHM dalam kampanyenya menyambangi tiga desa di Kecamatan Kusan Hilir. Selain Rantau Panjang, kakak Mardani H Maming ini juga bersilaturahmi ke Desa Pasar Baru dan Desa Kampung Baru.
Menurut mantan Pambakal Desa Pulau Burung tersebut, jikapun ada yang beranggapan dirinya mengekor sang adik, MHM, dalam pemerintahan, apakah salah atau buruk.
Sebab selama MHM menjabat.sebagai bupati, Tanbu justeru mendapat predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP).
“Sebelum-sebelumnya kan tidak pernah. Artinya apa? Indikator tersebut sebagai gambaran kepemimpinan MHM baik,” jelas putra Pambakal Batulicin, H Maming (alm) ini.
Terkait pengalaman di dalam pemerintahan, mantan anggota DPRD Kalsel dua periode ini, mengaku hasilnya di ambang batas.
“Namun dengan melanjutkan sukses program kepemimpinan yang sudah dirasakan dan kini tengah diidam-idamkan masyarakat secara maksimal, mungkin jauh lebih baik,” tandas Cuncung. (yb/*/foto: ist)