BANJARMASIN– Pesta demokrasi, baik pemilihan legislatf maupun presiden dan wakil presiden, harus dapat menghadirkan kegembiraan. Bukan kesedihan atau pun permusuhan di antara masyarakat.
“Karena itulah, deklarasi pemilu damai mengawali pesta demokrasi, dilaksanakan secara gembira. Begitupun dengan yang terpilih nanti, dapat membawa kegembiraan bagi masyarakat,” harap Gubernur Kalsel, H Sajbririn Noor, pada Deklarasi Kampanye Damai di Siring 0 Km, Banjarmasin, Minggu (23/9).
Gubernur yang familiar disapa Paman Birin itu, juga berharap ikrar kampanye damai bukan sekadar formalitas dan seremonial saja. Tetapi memiliki makna lebih dalam, terutama untuk penyelenggara, pengawas, peserta, tim kampanye dan simpatisan agar mematuhi aturan pemilu.
“kita juga berharap, deklarasi damai bukan hanya di mulut saja, tapi benar-benar dari dalam hati,” tandasnya.
Sementara Ketua KPU Kalsel, Edi Ariansyah, mengatakan, tujuan kampanye damai untuk mewujudkan kesadaran semua peserta agar tidak menjalankan praktik politik SARA dan politik uang dalam berkampanye. Sehingga tercipta kedaulatan rakyat yang kuat.
Dijelaskannya, masa kampanye pemilu legislatif dan pilpres secara nasional digelar 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Setelah itu akan ada masa tenang, 14-16 April 2019, sebelum hari pencoblosan secara serentak pada 17 April 2019. (bdm/foto: hum)