BANJARMASIN– Diduga akibat terkikis arus sungai, rumah tua yang diperkirakan berusia 70 tahun di kawasan Sungai Miai Luar RT 03/01, Sungai Miai, Banjarmasin Utara, Kamis (27/12/) sore, ambruk.
Ambruknya rumah sekitar pukul 16:20 Wita, didiami Sahyati (65) dan Norhayati (48), seorang janda ditinggal suami yang meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Norhayati sudah memprediksi rumahnya akan ambruk, akibat tiap hari terjadi penurunan pondasi yang berada di bantaran Sungai Miai itu.
“Karena tiap hari harus menahan arus sungai. Apalagi saat sekarang, arus sungai makin deras. Akhirnya pondasi rumah tak mampu lagi menahan beban,” kata Norhayat, Jumat (28/12).
Norhayati tak menampik rumahnya yang sudah terbilang uzur, 70 tahun, dengan ukuran 5 x 7 meter. Rumah berbahan kayu dengan atap sirap, sudah tak mampu bertahan.
Usai rumah Norhayati ambruk, giliran rumah milik Sahyati berukuran 3 x 5 meter menyusul. Hanya berjeda 15 menit, kedua rumah ini pun ‘mencium’ bibir sungai.
“Kami berharap pemerintah kota bisa memberi perhatian. Saat ini untuk berteduh terpaksa kami memasang terpal di bagian rumah yang tersisa,” ucap Norhayati.
Untungnya kejadian ambruknya rumah ini tak memakan korban jiwa. Namun demikian, baik Norhayati maupun Sahyati tak bisa menyelamatkan perabot rumahnya, seperti lemari serta pakaian yang terendam air.
Ambruknya rumah ini pun menjadi keprihatinan warga. Apalagi sedikitnya ada dua kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal, yakni Sahyati dengan jumlah anggota keluarga lima orang.
Sementara dari keluarga Norhayati terdapat anak-anaknya, M Putra Hariwiratama (22) serta Riski Amalia Syakinah (20).(yb/foto: jejakrekam)