PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Ny Titi Wati (37), penderita obesitas ekstrem, akhirnya pulang ke rumah, Senin (21/1) sore. Ibu rumah tangga ini sempat 11 hari dalam pengawasan tim medis RSUD Dr Doris Sylvanus, termasuk menjalani operasi pengecilan lambung.
Pemulangan wanita berbobot 220 kg ini, pihak rumah sakit kembali harus bekerjasama denga puluhan relawan Tagana Dinas Sosial Kalteng untuk mengevakuasinya.
Proses evakuasi yang dilakukan puluhan relawan Tagana ini, hampir sama saat membawa Ny Titi Wati dibawa ke rumah sakit. Dengan menggunakan tandu khusus terbuat dari kayu.
Sesampainya di rumah kontrakannya, Jl G Obos Gg 3 Kota Palangka Raya, tandu dan Ny Titi Wati langsung di keluarkan dari mobil jenis pick up.
Tandu pun diangkat puluhan relawan hingga melewati bagian jendela rumah yang daunnya sudah dilepas terlebih dahulu untuk memudahkan masuknya badan Ny Titi Wati.
Tiba di dalam rumah, meski berada di atas tandu, Ny Titi Wati langsung menggulingkan tubuh besarnya ke atas ranjang.
Dengan cara unik ini, proses evakuasi kembalinya ibu dari satu putri itu, berjalan aman dan lancar.
Ny Titi Wati sendiri tampak begitu bahagia kembali berkumpul dengan orangtua, suami dan keluarganya, meski sebelumnya sempat sesak nafas.
“Alhamdulillah, bahagia berkumpul sama keluarga. Tadi sempat sesak juga nafasnya,” ujar Ny Titi Wati.
Tim dokter pendamping evakuasi, dr I Gede Koko, membenarkan Ny TitiWati sempat mengalami sesak nafas. Namun setelah pemeriksaan, kondisinya kembali stabil.
“Kondisinya stabil. Artinya yang perlu kita pantau, kondisi sesaknya, nyeri luka bekas operasi, kemudian nadinya,” jelas I Gede Koko.
Diingatkan I Gede Koko, meski sudah berada di rumah Ny Titi Wati harus tetap menjaga pola makan dan terapi sebagaimana dianjurkan tim medis rumah sakit.
“Hanya dengan cara inilah Ny Titi Wati akan bisa menurunkan berat badannya,” ujar I Gede Koko. (yb/din/foto: dinda)
