PELAIHARI, Banuaposr.co.id- Bupati Kabupaten Tanah Laut (Tala), H Rahmat Trianto (HRT), mengingatkan seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk memahami dan memastikan program yang dilaksanakan selaras dengan program unggulan yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sehingga jangan ada alasan “Bukan Bidang Saya”.
Hal ini disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi seluruh pejabat Pemkab Tala dalam kegiatan Coffee Morning yang dirangkai dengan penandatanganan kinerja pejabat, pada Selasa (2/9/2025) di Aula Sarantang Saruntung Setda Tala.
. Dalam arahannya Ia menegaskan, Coffee Morning merupakan forum evaluasi rutin yang digelar setiap bulan sekaligus ajang konsolidasi antar pejabat. Ia meminta para pimpinan SKPD, khususnya pejabat baru hasil pelantikan Eselon II pekan lalu, segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban.
“Kita memiliki 25 program unggulan sebagai penjabaran visi misi daerah. Setiap SKPD harus memahami dan memastikan program yang dilaksanakan selaras dengan program unggulan ini, karena semuanya termuat dalam RPJMD. Tidak ada alasan tidak menguasai bidang atau mengatakan ‘ini bukan bidang saya’,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pekerjaan fisik dalam empat bulan ke depan sebelum musim hujan tiba, termasuk pembangunan venue Porprov Kalsel yang akan digelar 1 November 2025 mendatang serta perbaikan infrastruktur sekolah yang masih kurang layak.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan pejabat dan ASN untuk menjaga kondusivitas, bijak dalam bermedia sosial, dan tidak menampilkan gaya hidup yang dapat memicu kecemburuan masyarakat. Ia juga menekankan perlunya inovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara yang bijak dan tidak membebani masyarakat.
Sebagai informasi, hingga Agustus 2025, implementasi TP2DD di Kalsel menunjukkan progres positif meski masih ada kendala, seperti belum semua daerah memiliki roadmap dan PKS KKI. Survei kebutuhan layanan perbankan juga menegaskan perlunya penguatan ekosistem digitalisasi keuangan daerah agar lebih efisien dan adaptif. (zkl/foto: diskominfostasantala)