PELAIHARI– Seorang penjaga kebun kelapa sawit di Desa Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa tidak jauh dari pondok tempat tinggalnya, Rabu (29/8) pagi.
Kakek Yazi (73), atau yang dikenal dengan panggilan Kakek Mukhsin, ditemukan warga tergeletak dengan luka di bagian kepala sekitar pukul 07:00 Wita, di depan pondoknya yang berada di perkebunan kelapa sawit.
Kakek kelahiran 1945 itu, tinggal di pondok menjaga kebun milik majikannya, warga keturunan.
Sriatun, salah seorang warga yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari pondok korban, mengaku sekitar pukul 05:00 Wita sempat mendengar suara teriakan. Namun tidak berani mendatangi arah suara karena hari masih gelap.
“Saya pada subuh sempat mendengar suara teriakan dari arah pondok korban. Namun karena gelap, saya tidak berani mendatanginya,” kata Sriatun yang mengaku masih gemetar melihat jasad kakek malang itu.
Setelah agak siang, sekitar pukul 07:30 Wita, Sriatun memberanikan diri mendatangi pondok korban dan menemukan korban terkapar di depan pondoknya.
Sriatun kemudian memberitahukan kejadian ke tetangga sekitar, yang kemudian melaporkan ke petugas Polres Tanah Laut dan Polsek Pelaihari.
Petugas Polres Tala dan Polsek Pelaihari setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, langsung mengevakuasi jasad korban ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari untuk keperluan visum.
Sementara lokasi kejadian sudah diberi garis polisi. Polisi belum menyimpulkan motif apa di balik tewasnya kakek Mukhsin. (zkl/foto: zul yunus)