PELAIHARI– Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalsel, Ferdinand Siagian, mengungkapkan, saat ini dari seluruh warga binaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan di Kalsel, separuh di antaranya merupakan napi narkoba.
Pernyataan ini disampainya, Sabtu (1/9/), saat menghadiri serah terima jabatan Kepala Rutan Kelas II B Pelaihari di Aula Graha Pengayoman Rutan Pelaihari.
Berdasarkan data Kemenkumham Kalsel saat ini, hampir 10.000 warga binaan yang terpencar di beberapa Rutan dan Lapas yang ada di beberapa kota/kabupaten, dari jumlah itu 60 persen di antaranya merupakan warga binaan yang berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba.
“Ironisnya dari 50 persen tersebut, 4.000 warga binaan merupakan bandar atau pengedar dan hanya 1.100 yang merupakan pengguna,” tegas Ferdinand.
Kasus narkoba, lanjut Ferdinand, jauh lebih besar dari pidana umum lainnya. Mereka-mereka inilah yang nantinya akan diusahakan untuk dipindah ke lapas-lapas yang masih sedikit warga binaannya,
Dengan kondisi demikian, Ferdinand berharap kasus-kasus penyalahgunaan narkoba harus dilaksanakan sampai tuntas, seperti penanganan kasus narkoba di Malaysia dan Filipina.
“Kalau di Filipina jika pelaku penyalahgunaan narkoba kedapatan dengan berat yang ditentukan, akan di dor. Sedang di Malaysia memiliki narkoba beberapa gram akan digantung,” bebernya.
Kemenkumham sebagai pengelola rutan dan lapas, hanya mampu melakukan pembinaan kepada warga binaan yang sudah selesai menjalani proses persidangan, dan berupaya sebaik mungkin menjaga warga binaan.
Sementara Rutan Pelaihari sejak satu bulan lalu dijabat Pelaksana Tugas Agus Sarwoko yang menggantikan pejabat sebelumnya Suparman yang pindah tugas ke Lapas Sukamiskin.
Agus Sarwoko kemudian menyerahkan jabatan Karutan kepada pejabat baru, Budi Suharto, yang bergeser dari Balai Permasyarakatan Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
Selain dihadiri Kakanwil Kemenkumham Provinsi Kalsel, Ferdinand Siagian, acara sertijab dihadiri Asisten I Setda Tala, Nor Hidayat, Damdim 1009 Pelaihari, Letkol Bagus Budi Adrianto, Ketua DPRD Tala, Hariyanto, perwakilan Pengadilan Negeri Pelaihari, perwakilan Kejari Tala dan beberapa Kepala Lapas dan Rutan di Kalsel. (zkl/foto: zul yunus)