BANJARBARU– Kesejahteraan rakyat merupakan salah satu urusan yang menjadi tanggung jawab pemerintah dengan muaranya pada kesejahteraan masyarakat.
“Karena kondisi demikian, tugas pemda pun akan semakin kompleks akibat tingginya dinamika persoalan kesejahteraan masyarakat, persoalan ekonomi dan sumber daya manusia yang makin luas,” tegas gubernur dalam sambutan yang dibacakan Sekdaprov Kalsel, Drs H Abdul Haris, pada Rakor Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabupaten/Kota se-Kalsel 2018, Kamis (20/9).
Melalui rakor ini, gubernur berharap dapat menjadi wahana positif dalam mengakomodir berbagai persoalan dan hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan program bidang kesejahteraan rakyat, baik yang dilaksanakan Pemprov Kalsel maupun kabupaten/kota.
Menurut gubernur, program-program kesejahteraan rakyat hendaknya menjadi sebuah formula yang dirumuskan secara cermat dan sinergis. Sehingga dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Secara terpisah Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris, mengatakan, dalam pengelolaan dan pemberian dana hibah harus hati-hati dan teliti.
“Teliti dan hati-hati mulai dari penerimaan usulan melalui proposal. Kemudiaan pemberian dana hibah, keleangkapan administrasi, serta yang terpenting ada evaluasi,” ujarnya mengingatkan.
Dengan upaya ini, lanjut sekda, dana hibah yang diberikan dapat tepat sasaran, sehingga hibah tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Abdul Haris juga berharap, apa yang menjadi hasil dari rakor ini, dapat ditindaklanjuti melalui rekomendasi-rekomendasi yang nantinya dapat menjadi acuan dalam merancang dan menetapkan kegiatan dan program bidang kesejahteraan rakyat. (rny/foto: ist)