BANJARBARU– Gubernur Kalsl el, H Sahbirin Noor, meninjau Gudang Logistik Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel , Jl Dharma Praja, Kelurahan Guntung Manggis, Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin (3/9) pagi.
Siaga dan upaya cepat membantu korban bencana jika terjadi, merupakan salah satu fokus perhatian gubernur, di samping memberikan apresiasi kepada petugas dan relawan dalam membantu korban bencana.
Usai menjadi Pembina Apel Gabungan Pegawai di lingkungan Pemprov Kalsel, didampingi Sekdaprov, H Abdul Haris Makkie, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Perkasa Alam dan Kabiro Humas dan Protokol Setdaprov Kalsel, Kurnadiansyah, gubernur dengan mengendarai motor roda dua ke Kantor BPBD Kalsel.
Satu per satu jenis pangan dan sarana prasarana yang tersedia gudang logistik sebagai langkah siaga jika terjadi bencana , ditanyakan pria yang akrab disapa Paman Birin ini kepada Kepala BPBD Kalsel, H Wahyudin dan pelaksana pengelola.
“Kalau dalam kemasan kotak ini apa isinya ? Tanya gubernur ramah kepada staf pengelola logistik BPBD Kalsel. Kemudian sarana pendukung lain, seperti selimut, handuk dan kebutuhan penting korban bencana apa cukup tersedia? Lanjut gubernur menanyakan.
Hal lain yang tak luput dari perhatian gubernur adalah masa berlaku makanan atau minuman yang dikemas dalam bentuk kotakan. Gubernur berharap petugas rutin melakukan pengecekan untuk memastikan masa berlaku makanan tidak kadaluwarsa agar aman dikonsumsi .
“Saya ingin memastikan ketersediaan dan kesiapan logistik kita, Alhamdulilah persediaan kita masih ada, jika ada bencana, logistik itu bisa segera diserahkan, jangan sampai masyarakat kita terlantar,” tuturnya.
Sementara Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Wahyuddin, mengatakan, untuk jumlah logistik siaga jika terjadi bencana masih tersedia digudang. Pun pemeriksaan sarana dan masa berlaku makanan, rutin dilakukan petugas khusus.
Terkait luas kebakaran hutan dan lahan di Kalsel, Ujud, sapaan akrabnya menerangkan, hingga sekarang mencapai 1.500 hektar.
Disebutkan, Karhutla di Kalsel yang terbagi dalam 13 kabupaten dan kota disebabkan musim kemarau sehingga menimbulkan cuaca panas dan kekeringan. “Musim kemarau dan kekeringan yang melanda Kalsel membuat hutan maupun lahan kosong mudah terbakar sehingga menimbulkan asap yang dampaknya mengganggu seluruh sektor,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan yang paling banyak terbakar di sekitar bandara adalah lahan gambut sehingga membuat personel satuan tugas penanggulangan karhutla sulit memadamkannya.
“Pemadaman kebakaran lahan gambut sangat sulit karena kobaran api yang ada di permukaan dipadamkan, tetapi di lapisan bawahnya bisa menyala sewaktu-waktu dan api berkobar lagi,” kata Ujud.
Pihaknya melakukan penanggulangan karhutla melalui udara menggunakan Helly Water Bombing yang melakukan pemadaman melalui udara di titik kebakaran.
“Pengeboman air menggunakan Helly Water Bombing dilakukan langsung ke titik lahan terbakar, terutama di kawasan yang sulit dijangkau dan didatangi untuk dipadamkan,” katanya, seraya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pencegahan dan menanggulangan karthutla di daerah. (fah/bdm/foto: hum)