BATULICIN– Lulusan santri jangan takut bersaing dengan pelajar di sekolah umum, terutama dallam mewujudkan cita cita.
“Saya mengajak para santri jangan takut untuk bermimpi demi mencapai segala cita cita dengan setinggi-tingginya, ” ujar Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, pada acara peresmian gedung baru Pondok Pesantren Darud Da”wah Wal Irsyad (DDI) Desa Kersik Putih, Batulicin, Rabu (31/10).
Menurutnya, tak sedikit alumni santri yang sukses. Namun tidak menutup kemungkinan ke depannya bisa jadi bupati, gubernur maupun presiden.
“Alhamdulillah, yang jadi Gubernur Kalimantan saat ini merupakan lulusan madrasah,” kata Paman Birin, sapaan akrabnya.
Saat ini, lanjut Paman Birin, sedang memasuki era globalisasi, termasuk era komunikasi dan informasi, yang sebelumnya belum pernah terpikirkan siapa pun.
“Nyatanya, pengaruh dari globalisasi itu begitu cepat masuk ke rumah hingga masuk ke kamar,” jelasnya.
Pengaruh globalisasi, sambung Paman Birin, ada dua, yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif.
“Diharapkan, pengaruh positif itu harus kita petik manfaatnya demi kemaslahatan umat. Sedang pengaruh negatif, harus kita buang jauh-jauh dan sudah saatnya kita bentengi dengan iman. Kerena pengaruh budaya luar, dianggap tidak cocok dengan budaya kita,” tandasnya.
Peresmian Pesantren DDI itu ditandai dengan pemotongan pita, sekaligus pemotongan nasi tumpeng dalam rangka ulang tahun Pondok Pesantren DDI ke-2. (win/foto: erwin)