PELAIHARI, banuapost.co.id – Bupati Tala (Tala), H. Rahmat Trianto mengikuti kegiatan Validasi Hasil Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Command Center, Kamis (18/6).
Dalam pemaparannya, bupati menjelaskan berbagai strategi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, termasuk upaya memperbaiki Laporan Neraca Keuangan Pemerintah Daerah (LNPKD) yang terus menunjukkan tren positif sejak 2021 hingga 2024.
Ia menyebutkan peningkatan tersebut merupakan hasil komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan mendukung program strategis nasional yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan daerah.
Dihadapan tim validasi, Rahmat juga memaparkan capaian sejumlah program prioritas nasional yang menjadi fokus pembangunan daerah. Pada sektor pengentasan kemiskinan, Tala berhasil menekan angka kemiskinan secara signifikan sepanjang 2025. Sementara pada sektor ketahanan pangan, produksi padi berhasil melampaui target, dari 144 ribu ton menjadi 176 ribu ton pada 2025.
Selain itu, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, pembangunan rumah tidak layak huni, hingga program padat karya masyarakat yang dilaksanakan di tingkat RT guna memperluas kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam sesi diskusi, Rahmat menjelaskan penyusunan program pembangunan daerah tidak hanya melalui mekanisme Musrenbang, tetapi juga melalui program “Ngobati” (Ngobrol Bareng Bupati) yang menjadi sarana dialog langsung dengan masyarakat desa untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan riil warga.
“Melalui Ngobati, kami dapat mengetahui secara langsung apa yang dibutuhkan masyarakat, kemudian kami sesuaikan dengan visi pembangunan daerah dan RPJMD yang telah disusun,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, Pemkab Tala telah memanfaatkan digitalisasi pelayanan publik melalui layanan pengaduan “RAZA LAKAS 112” dan sejumlah kanal pengaduan pada perangkat daerah, sehingga masyarakat dapat menyampaikan berbagai kebutuhan dan permasalahan secara cepat.
Menjawab pertanyaan mengenai PAD, Rahmat mengungkapkan hingga saat ini PAD Kabupaten Tala mencapai sekitar Rp286 miliar. Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata menjadi penopang utama peningkatan pendapatan daerah.
Melalui kegiatan validasi IPKD ini, Pemkab Tala berharap berbagai upaya yang telah dilakukan dalam pengelolaan keuangan daerah dapat semakin meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, mendukung pembangunan yang berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (zkl/foto: prokopim)