BANJARMASIN, banuapost.co.id- Menyikapi tudingan tak nyaman atas kehadiran KH Mar’uf Amin di Provinsi Kalsel erat kaitannya dengan pencitraan di tahun politik ini, ditepis dua panitia pelaksana kegiatan keagamaan, Banua Bertabligh dan Banua Bershalawat.
Sehari sebelumnya, Ketua Panitia Banua
Bertabligh, H Rudy Ariffin, secara tegas mengatakan, kehadiran ulama kelahiran Tangerang, Banten, 11 Maret 1943, bukan dalam
rangka kampanye terbuka, meski statusnya cawapres nomor urut 01 di Pemilu 2019.
Banua Bertabligh sendiri digelar di Lapangan Besi Kuning, Binuang, Tapin, Jumat (25/1) malam.
Selain KH Mar’uf Amin memberikan tausiah di acara
keagamaan ini, juga hadir KH Ahmad Muwafiq, Habib Anis Syahab dan Habib
Muhammad Al Habsy.
Hal senada juga dikemukakan Ketua Panitia
Pelaksana Banua Bershalawat, Syafruddin Haji Maming, kepada sejumlah awak media,
Kamis (24/1).
Menurut pria yang akrab disapa Cuncung itu, kehadiran KH Mar’uf
Amin di Banua Bershalawat yang dihelat di Stadion 17 Mei, Sabtu (26/1) malam,
semata-mata untuk kegiatan keagamaan.
“Sebagai panitia pelaksana, kami menjamin kehadiran mantan Rois
Am Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) ini, bukan berkampanye. Namun semata-mata
menghadiri kegiatan keagamaan,” tandasnya.
Karena kegiatan yang digagas Yayasan Haji Maming ini, lanjut
Cuncung, bertujuan untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, sesuai tema
yang diusung: Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan untuk NKRI.
“Banua Bershalawat ini juga menghadirkan ustadz kondang asal Solo dan Samarinda, Habib Syekh bin Adbul Qodir Assegaf serta KH M Zhofaruddin atau Guru Udin,” jelas Cuncung. (zh/b2n/foto: ist)
