BANJARMASIN-banuapost.co.id- Meski tiap digelarnya pesta demokrasi lima tahunan, pemilu, punya tantangannya masing-masing, namun untuk pemilu 2019 menjaga kepercayaan publik menjadi salah satu tantangan terberat bagi penyelenggaranya.
Kondisi demikian dikemukakan Ketua KPU Kalsel, Edy Ariansyah, saat menjadi pembicara di Diskusi Publik Membangun Kepercayaan Publik Dalam Pemilu 2019, di salah satu hotel di Banjarmasin, Sabtu (12/1).
“Satiap kali penyelenggaraan pemilu, punya tantangan masing-masing. Untuk Pemilu 2019 ini, kepercayaan publik menjadi tantangan yang paling besar,” tandas Edy di diskusi yang diselenggarakan bersama Network for Democracy and Elektoral Integrity (Netrig), serta Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi) Kalsel.
Beberapa waktu belakangan, lanjut Edy, berbagai isu ramai menerpa KPU hingga yang bisa menjatuhkan kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu tersebut.
“Terakhir yang paling ramai soal kisi-kisi debat capres-cawapres. Sebelumnya ada pula isu 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos,” jelas Edy.
Menurut Edy, informasi semacam itu berkembangan di media sosial dan media massa. Sehingga perlu diluruskan KPU agar kepercayaan publik terhadap lembaga ini tetap terjaga dengan baik.
Selain Edy, diskusi ini turut menghadirkan sejumlah nara sumber lainnya. Seperti Ketua Bawaslu Kalsel, Iwan Setiawan, Presdir JaDi Kalsel, Samahuddin Muharam yang juga mantan Ketua KPU Kalsel.
Kemudian mantan Ketua Bawaslu Kalsel, Mahyuni, serta Tim Kampanye Daerah KIK Jokowo-Ma’ruf, Supian HK, dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Provinsi Kalsel Prabowo-Sandi, Rusian. (emy/footo: iman)
