BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kabar tewasnya kakak beradik, M Febri (13) dan M Refaldi (9), akibat disambar petir, Senin (28/1) sore, tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Musibah yang menimpa warga Jl Sapta Marga RT10, Guntung
Payung, Banjarbaru, juga merupakan kehilangan bagi Sekolah Sepak Bola (SSB)
Balittra Jaya Permai, klub kedua bocah itu merumput.
Terlebih lagi Febri. Dia merupakan Kapten SSB Balittra
Jaya Permai Kelompok Umur (KU) 12. Terakhir, pesepakbola dengan nomor punggung
11 ini, menyabet gelar Top Score saat timnya berlaga di Total Liga Gocex 2018
wilayah Banjarbaru – Martapura.
“Febri itu pemain yang berbakat. Begitu juga
almarhum adiknya, Refaldi,” kata pelatih SSB Balittra Jaya Permai, Aipda M
Achyar Fauzi, kepada sejumlah wartawan saat dihubungi melalui telpon
selulernya, Senin (28/1) malam.
Menurut Achyar, kakak beradik ini berada di kelompok umur
berbeda, 10 dan 12 tahun.
Setelah memenangi liga wilayah Banjarbaru – Martapura di
2018, SSB Balittra Jaya Permai KU 12, bakal berlaga di tingkat Provinsi Kalsel,
Februari – Maret mendatang.
“Namun kami bakal mengarungi liga tersebut tanpa Febri,”
ujar Achyar.
Kesehariannya, sambung Achyar, anak asuhnya itu dikenal
pendiam. Namun di lapangan hijau, dia merupakan pemain yang ngotot dan pekerja
keras sebagai seorang striker.
“Karena itu sebagai bentuk penghormatan, kami di klub mempensiunkan nomor punggung 11 yang selama ini dipakai almarhum,” jelas Achyar yang bertugas Satbinmas Polres Banjarbaru tersebut. (emy/foto: ist)
